Dorong Kesejahteraan Petani, TAP Group Beri Pelatihan Budaya Sawit di Kaltim
PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), memperkuat kapasitas petani kelapa sawit melalui Program PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus kesejahteraan petani. Program tersebut juga mendorong keterlibatan perempuan dalam pengelolaan perkebunan sawit sebagai bagian dari penguatan ekonomi keluarga.
"Pelatihan PERKASA ini sangat penting bagi kami. Kami mempelajari banyak hal, sehingga ekonomi kami bisa menjadi lebih baik lagi," kata Fatimah, petani sawit asal Desa Lesan Dayak, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dalam keterangan pers, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga:Perkuat Daya Saing Destinasi, InJourney Group Latih Pelaku Wisata di Manggarai Barat
Fatimah menilai pelatihan tersebut memberikan pengetahuan praktis mengenai budidaya kelapa sawit yang baik, pengelolaan kebun yang lebih efisien, serta penerapan prinsip pertanian berkelanjutan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Program PERKASA merupakan bagian dari inisiatif TAP Untuk Negeri yang dirancang untuk mendampingi petani meningkatkan kemampuan melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP). Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan komposisi 40 persen teori dan 60 persen praktik, tanpa dipungut biaya, serta dilengkapi buku standar operasional perusahaan yang disusun dengan bahasa yang mudah dipahami petani.Melalui program tersebut, perusahaan menargetkan petani mampu mengelola kebun secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, sekaligus menerapkan praktik perkebunan yang berkelanjutan. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan agar petani tidak hanya memperoleh hasil panen yang lebih optimal, tetapi juga mampu mengelola usaha perkebunannya secara mandiri.Baca Juga:Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produktivitas sektor pertanian harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui modernisasi budidaya dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
"Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan," ujar Amran.
Semangat tersebut tercermin di Desa Lesan Dayak, di mana peningkatan kapasitas tidak hanya menyasar petani laki-laki, tetapi juga perempuan yang berperan penting dalam pengelolaan kebun kelapa sawit dan peningkatan pendapatan keluarga. Keterlibatan perempuan dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong pembangunan sektor perkebunan yang lebih inklusif.










