Rp438 Juta, Angka yang Akhirnya Menjawab Rasa Penasaran Soal Super-ONE

Rp438 Juta, Angka yang Akhirnya Menjawab Rasa Penasaran Soal Super-ONE

Otomotif | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:31
share

Empat ratus tiga puluh delapan juta rupiah. Itu angka yang akhirnya keluar untuk Honda Super-ONE, on the road Jakarta. Diumumkan hari ini, 5 Agustus 2026, oleh PT Honda Prospect Motor (HPM), tepat di tengah gelaran GIIAS 2026.

Angka ini sebenarnya tidak jauh dari harga aslinya di Jepang yang Rp390 juta. Mobil ini kecil. Basisnya kei car Honda N-ONE e: dari Jepang. Tapi Honda menyebutnya bukan city car listrik biasa.

Konsepnya "Pocket Rocket". Ada BOOST Mode dipadu Simulated 7-Speed Gear Shift, yang membuat mobil listrik ini terasa seperti punya girboks. Padahal motor listrik aslinya cuma satu percepatan. Ditambah Active Sound Control untuk urusan suara, Premium BOSE Sound System untuk urusan telinga, dan Triple Meter Display di depan mata pengemudi.

Tiga pilihan warna disiapkan: Crystal Black Pearl, lalu dua warna yang memang dibuat khusus untuk model ini. Boost Violet Pearl dan Luminous Grey Metallic. Mau tampil beda dengan kombinasi two-tone? Tambah Rp10 juta.

Soal purna jual, Honda kasih portable charger sebagai bawaan. Garansi kendaraan tiga tahun atau 100.000 kilometer. Garansi baterai bertegangan tinggi delapan tahun atau 160.000 kilometer, mana yang lebih dulu tercapai, itu yang berlaku. Servisnya tidak sembarang bengkel Honda, hanya dealer tertentu yang teknisinya sudah disertifikasi dan punya peralatan khusus kendaraan listrik.Yang menarik bukan cuma harganya. Yang menarik adalah: kuota 100 unit untuk Indonesia tahun ini sudah nyaris habis diperebutkan, sebelum harga resminya keluar. Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy bilang, dalam sepekan terakhir peminat sudah melampaui kuota yang disiapkan. Orang mau beli mobil tanpa tahu harganya. Itu jarang terjadi, kecuali untuk barang yang memang tidak dijual berdasar logika harga.

Yusak Billy sendiri terus terang soal posisi mobil ini. "Model ini kami hadirkan sebagai representasi arah baru Honda di era elektrifikasi," katanya. Bukan untuk mengejar volume. Bukan untuk bersaing head-to-head di rak harga Rp200 jutaan. Sasarannya spesifik: Honda fans dan petrolhead yang selama ini menghargai karakter khas Honda.

Bandingkan dengan tetangga sekelasnya di GIIAS 2026. Chery Q dilepas Rp239,9 juta sampai Rp259,9 juta, baterai 42,7 kWh, jarak tempuh diklaim 400 km. Geely EX2 dibanderol Rp239,9 juta sampai Rp269,9 juta, baterai 40 kWh, jarak 310–410 km. BYD Atto 1 malah mulai Rp199 juta, baterai 38,88 kWh, jarak 305–380 km. Super-ONE, dengan baterai yang diperkirakan cuma 29,6 kWh dan jarak tempuh 274 km versi WLTC Jepang, dibanderol Rp438 juta, hampir dua kali lipat pesaing termurahnya.

Tapi soal Super-ONE, kalkulator memang bukan alat yang dipakai pembelinya. Basis pemesanannya di Jepang sudah tembus 12.000 unit hanya dalam dua bulan sejak diluncurkan. Alokasi ke Indonesia cuma 100 unit, dan itu pun sudah diperebutkan sebelum harganya jelas. Yusak Billy bilang, Honda bersyukur Indonesia dapat prioritas alokasi, dan akan terus mengamati respons pasar untuk pengembangan lini Honda Electric selanjutnya.

Pengiriman unit pertama dijadwalkan akhir Agustus 2026. Yang pesan sekarang, tunggu saja. Tidak lama.

5 Poin Fakta Honda Super-ONE

•⁠ ⁠Harga resmi Rp438.000.000 OTR Jakarta, tambah Rp10 juta untuk pilihan warna two-tone.•⁠ ⁠Baterai diperkirakan 29,6 kWh dengan jarak tempuh 274 km standar WLTC; tenaga 63 dk normal, naik ke 93 dk saat mode Boost aktif.•⁠ ⁠Kuota Indonesia hanya 100 unit sepanjang 2026, status CBU impor utuh dari Jepang, pengiriman mulai akhir Agustus 2026. -Di Jepang, pemesanan sudah tembus 12.000 unit dalam dua bulan sejak diluncurkan, jauh melebihi kuota ekspor ke Indonesia.•⁠ ⁠Garansi kendaraan 3 tahun/100.000 km, garansi baterai tegangan tinggi 8 tahun/160.000 km, disertai portable charger sebagai bawaan standar.

Topik Menarik