Dokter Tifa Pilih Hijrah, Menyatakan Tugasnya terkait Ijazah Jokowi Sudah Cukup

Dokter Tifa Pilih Hijrah, Menyatakan Tugasnya terkait Ijazah Jokowi Sudah Cukup

Nasional | sindonews | Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:18
share

Tifauzia Tyassuma mengunggah video berdurasi lima menit 44 detik di channel YouTube Dokter Tifa pada Selasa (4/8/2026). Video tersebut berjudul “dr Tifa Pilih Hijrah, Tugas Soal Ijazah Sudah Tunai, Kini Kembali Ke Dunia Kesehatan”.

Dalam video tersebut, dia menyatakan bahwa tugasnya sebagai ilmuwan atau peneliti dalam polemik dugaan ijazah palsu Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah cukup. Dia pun menunjukkan buku terbarunya berjudul Kontroversi Vaksin.

“Buku kontroversi vaksin ini menjadi sebuah momentum bagi saya untuk hijrah ya dan kittah ya kembali kepada domain keilmuan saya yaitu ilmu kesehatan,” kata Dokter Tifa.

Baca juga: Sidang Perdana Praperadilan Dokter Tifa Digelar 12 Agustus 2026

Berikut pernyataan lengkap Dokter Tifa di video tersebut:

1 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 18 Agustus 2025. Kalau teman-teman semuanya ingat, saya bertiga ya waktu itu dengan Roy Suryo dan Rismon Sianipar melaunching buku yang sangat menghebohkan jagad Indonesia yaitu buku Jokowi's White Paper. Itu adalah buku karya ilmiah kami bertiga ya, terutama khususnya adalah saya yang berkaitan dengan problem persoalan polemik ijazah dari mantan Presiden Republik Indonesia ketujuh yaitu Bapak Joko Widodo ya.

Dan 1 tahun berselang ya berbagai macam peristiwa terjadi termasuk kriminalisasi yang terjadi pada saya sejak tanggal 30 April 2025 dan 1 tahun ini saya berpikir bahwa untuk saya tuh enough ya cukup karena tugas saya sebagai ilmuwan, sebagai peneliti sudah saya tunaikan hal ihwal tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan ijazah tersebut terutama dari sisi domain pengetahuan maupun kompetensi yang saya miliki.

Ya, dalam hal ini adalah saya menjawab satu artefak penting dalam benda digital yang tersebar di media sosial yang kemudian dikatakan itu sebagai foto dari ijazah Pak Joko Widodo sudah saya lakukan penelitian ya, terutama adalah pada sisi foto yang ada pada benda digital tersebut ya.

Kemudian dengan ilmu yang saya miliki yaitu ilmu anatomi, morfologi, dan kemudian saya kayak saya korelasikan dengan ilmu behavior yang juga saya pelajari hasilnya adalah kajian neuropolitika dengan menggunakan ilmu facial action coding system yang kemudian saya bukukan dalam eh bagian dari buku Jokowi’s White Paper. Nah, kemudian sejalan dengan itu selama kurang lebih 450 hari juga saya sudah menjadi pelaku ya menjadi pelaku hukum di situ. Dan hal ini saya sebagai saksi lalu kemudian terlapor lalu kemudian tersangka dan pada akhirnya menjadi terdakwa yang alhamdulillah pada tanggal 23 Juli 2026 ya pada sidang yang sudah terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur saya akan bebas dari segala dakwaan. Alhamdulillah wasyukrulillah.

Ya, itu adalah sebuah momentum di mana saya harus berpikir ya, saya harus memberikan keputusan kepada diri sendiri bahwa sekali lagi terkait dengan persoalan ijazah ya bagian saya sudah saya tunaikan, jadi sudah cukup untuk saya dan alhamdulillah juga teman-teman para ilmuwan yang sekarang ini sudah mulai speak up ya dan mulai dengan penelitian yang bergerak pada domainnya masing-masing juga sudah bekerja dan memberikan hasil yang sangat positif ya.

Salah satu hasil yang spektakuler yaitu trio Bonjowi ya Ibu Dr. Lidia, Pak Lukas Warso, dan Pak salah satu temannya itu sudah berhasil mendapatkan hasil ya dalam bentuk pengadilan PTUN telah memenangkan gugatan mereka ya banding UGM sehingga UGM harus membuka 20 dokumen yang terkait dengan ijazah Joko Widodo yang mereka minta sebagai dokumen publik ya.

Kemudian untuk saya sendiri alhamdulillah saat ini ya ini adalah buku ketujuh saya buku Kontroversi Vaksin. Alhamdulillah sudah terbit ya dan ini akan insyaallah akan saya launching di tanggal 17 Agustus 2026 kembali sebagai hadiah bagi saya untuk hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Ya, umur negara kita sudah cukup panjang usianya ya. Kalau manusia itu sudah masuk lansia ya, late lansia ya, lansia, lansia lanjut. Nah, ini kembali lagi menjadi momentum bagi saya untuk memerdekakan diri saya sendiri dari persoalan polemik ijazah. Ya saya ya insyaallah akan terus bersedia menjadi ahli maupun jadi saksi fakta bagi pengadilan-pengadilan yang menyidangkan kasus ijazah ini.

Tetapi untuk saya sendiri saya harus berjalan, saya harus melangkah kepada domain-domain yang selama ini juga sudah saya tekuni ya. Buku kontroversi vaksin ini menjadi sebuah momentum bagi saya untuk hijrah ya dan kitoh ya kembali kepada domain keilmuan saya yaitu ilmu kesehatan.

Mudah-mudahan semua pihak memahami keputusan saya dan sekali lagi bahwa perjuangan untuk menegakkan kebenaran terutama bagi kebaikan dan kepentingan umat manusia terus saya jalankan insyaallah dengan istikamah dan dengan penuh konsisten bertanggung jawab. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Topik Menarik