Nasihat Ulama Saat Terjadi Gempa dan Bencana Alam, Dianjurkan Perbanyak Tobat dan Istighfar

Nasihat Ulama Saat Terjadi Gempa dan Bencana Alam, Dianjurkan Perbanyak Tobat dan Istighfar

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 31 Juli 2026 - 20:15
share

Dalam pandangan Islam, gempadan berbagai bencana alam bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah serta peringatan bagi hamba-hamba-Nya.

Para ulama memberikan sejumlah nasihatyang penting diketahui dan diamalkan kaum Muslim ketika menghadapi musibah seperti gempa bumi, tsunami, banjir, maupun bencana lainnya. Di antara nasihat tersebut adalah memperbanyak tobat, istighfar, zikir, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Dalam Al-Qur’an, Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb mereka, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” (QS Al-Maidah: 66)

Ayat ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah menjadi sebab datangnya keberkahan dan terhindarnya manusia dari berbagai keburukan.

Baca juga:Al-Quran Mengungkap Penyebab Bencana Alam, Nomor 5 Sering Terjadi di Zaman Sekarang

Wajib Bertobat dan Meninggalkan Maksiat

Ulama besar Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, menasihatkan agar setiap Muslim yang telah mukallaf segera bertaubat kepada Allah ketika terjadi musibah. Menurut beliau, umat Islam harus tetap istiqamah di atas agamanya dan menjauhi segala bentuk syirik serta kemaksiatan.

Dengan tobat dan kembali kepada Allah, seorang hamba berharap diselamatkan dari bahaya dunia dan akhirat, serta dijauhkan dari azab dan berbagai keburukan.

Para ulama juga menjelaskan bahwa musibah dapat menjadi sebab bertambahnya iman seorang mukmin. Bencana mengingatkan manusia bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin Allah dan tidak ada tempat berlindung selain kepada-Nya.

Perbanyak Tasbih dan Zikir

Imam Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan bahwa obat paling mujarab untuk menghadapi bencana adalah memperbanyak tasbih. Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa dzikir dapat menjadi sebab diangkatnya bencana dan azab.

Allah berfirman:“Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” (QS Ash-Shaffat: 143-144)

Ayat ini berkaitan dengan Nabi Yunus alaihissalam dan menunjukkan besarnya pengaruh dzikir serta tasbih dalam mendatangkan pertolongan Allah.

Istighfar Menjadi Pelindung dari Azab

Allah juga berfirman:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang engkau (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka. Dan tidaklah Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS Al-Anfal: 33)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan dua pelindung dari azab: keberadaan Nabi Muhammad ﷺ di tengah manusia pada masa beliau, dan istighfar yang terus dilakukan umatnya hingga akhir zaman.

Karena itu, memperbanyak istighfar dan meninggalkan dosa menjadi amalan yang sangat dianjurkan ketika terjadi bencana.

Membantu Korban Gempa dan Bencana

Islam tidak hanya mengajarkan ibadah spiritual, tetapi juga kepedulian sosial. Orang yang memiliki kelapangan rezeki dianjurkan membantu para korban bencana.Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat.” (HR Muslim no. 2699)

Karena itu, para pengusaha, orang kaya, pemerintah, dan seluruh pihak yang mampu hendaknya mengeluarkan hartanya untuk membantu korban gempa dan bencana lainnya.

Teladan Umar bin Abdul Aziz

Dalam sejarah Islam disebutkan, ketika terjadi gempa pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, beliau mengirim surat kepada para gubernurnya agar memperbanyak sedekah dan memerintahkan rakyat untuk bersedekah.

Sedekah, kepedulian sosial, dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menghadapi musibah bersama.

Baca juga:Klasifikasi Bencana : Penjelasan Al-Quran tentang Gempa, Tsunami hingga Wabah

Topik Menarik