Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar menyebut peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28 menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional. Partai politik dapat membangun hubungan yang harmonis dengan mengedepankan persatuan dan kritik yang konstruktif.
Hal itu disampaikan Heikal didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2026.
Acara tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Keduanya disambut Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar bersama jajaran pengurus, kader, dan simpatisan PKB. Harlah PKB ke-28 mengusung tema "Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi" serta mempopulerkan istilah "Prabowonomics".
Baca juga: Hadapi Pemilu 2029, Partai Ummat Siapkan Struktur Baru Jelang Verifikasi KPU
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Sejumlah kader PKB tampak mengenakan kaus bertuliskan "Prabowonomics" dalam acara tersebut. Istilah itu menjadi simbol dukungan terhadap gagasan kemandirian ekonomi nasional yang diusung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan gagasan ekonomi tersebut berpijak pada UUD 1945, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34, untuk mewujudkan kemakmuran rakyat.
Heikal menilai, amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. "Bumi dan Tanah Air Indonesia sangatlah kaya raya, oleh karenanya wajib dikelola dengan baik, sehingga hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia," ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Lihat video: Partai Ummat: Banyak Partai Berpotensi Kehilangan Suara
Heikal juga meminta masyarakat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia. "Silakan dicek dan ricek dengan benar berdasarkan fakta yang ada, siapakah pihak-pihak yang paling menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia secara utuh. Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatu tegakkan keadilan dan lawan kedzaliman," tegasnya.Selain persoalan ekonomi, Heikal menilai Harlah PKB ke-28 menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional. Menurut Heikal, kehadiran sejumlah tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antarkekuatan politik.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.Heikal menyebut, suasana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan Rekonsiliasi Indonesia Raya. Heikal juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang dinilai membuka peluang bagi seluruh partai politik untuk berkolaborasi membangun bangsa.
"Negara kita Indonesia tercinta adalah bangsa yang besar, oleh karenanya wajib berjiwa besar dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada, hindari berprasangka, fitnah, hinaan dan makian, boleh mengkritik namun jangan menghina, memaki dan memfitnah. Begitu pula kami Partai Ummat sangat terbuka dan siap dengan saran dan kritik yang konstruktif, bukan sebaliknya," tegasnya.
Heikal berharap seluruh partai politik dapat membangun hubungan yang harmonis dengan mengedepankan persatuan dan kritik yang konstruktif. "Visi dan misi seluruh partai politik sangat baik dan menjanjikan, marilah kita bersama-sama saling mendoakan dalam kebenaran dan kesabaran. Jika semua Partai Politik harmonis seperti di acara harlah PKB ini, Insya Allah Indonesia menjadi negara besar yang disegani dunia Internasional," ujarnya.
"Oleh karena itu, kami atas nama Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Ummat mengucapkan sekaligus mendoakan semoga Harlah PKB ke 28 tahun menjadikan negeri ini menjadi negara yang baldatun thoyibatun warabbun ghofur, serta menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan untuk kemajuan Indonesia Raya," sambungnya.










