IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026

IOC Tolak Investigasi Presiden FIFA atas Kontroversi Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:47
share

Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan tidak akan menyelidiki Presiden FIFA Gianni Infantino terkait tudingan pelanggaran prinsip netralitas politik selama Piala Dunia 2026. Keputusan itu diumumkan di tengah sorotan tajam terhadap kedekatan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu kontroversi sepanjang turnamen.

Sebelumnya, organisasi hak asasi manusia FairSquare mengajukan pengaduan kepada IOC. Mereka menilai Infantino diduga melanggar kode etik setelah menerima permintaan Trump untuk membatalkan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga sang pemain bisa tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.

Meski demikian, IOC menegaskan bahwa kasus tersebut berada di luar kewenangannya. Dalam pernyataan resminya, Komisi Etik IOC menjelaskan bahwa setiap federasi internasional memiliki independensi penuh dalam mengatur organisasi dan kompetisinya masing-masing.

"Komisi Etik IOC telah menganalisis secara menyeluruh pengaduan dari FairSquare. Komisi mencatat bahwa berdasarkan Piagam Olimpiade, setiap federasi internasional memiliki independensi dan otonomi dalam tata kelolanya. Ruang lingkup Kode Etik IOC terhadap federasi internasional dan para pejabatnya terbatas pada hubungan mereka dengan IOC," demikian bunyi pernyataan IOC.

IOC juga menegaskan bahwa pengaduan tersebut hanya berkaitan dengan keputusan FIFA dalam mengelola organisasinya, termasuk hubungan dengan pemerintah serta penerapan regulasi sepak bola. Karena itu, persoalan tersebut tidak masuk dalam cakupan Kode Etik IOC.Meski menolak membuka investigasi terhadap Infantino, IOC memastikan akan terus memperkuat tata kelola organisasi olahraga internasional. "Terlepas dari pengaduan ini, IOC akan terus memperkuat tata kelola yang baik di seluruh Gerakan Olimpiade serta memperjelas peran, tanggung jawab, dan akuntabilitas setiap organisasi anggotanya," lanjut pernyataan tersebut.

Kontroversi hubungan Infantino dan Trump mencuat sejak sebelum Piala Dunia 2026 dimulai. Selain pemberian penghargaan FIFA "Peace Prize" kepada Trump, keduanya kembali menjadi sorotan setelah keputusan pembatalan kartu merah Balogun. Meski Amerika Serikat tetap tersingkir usai kalah telak 1-4 dari Belgia, keputusan itu memunculkan pertanyaan mengenai potensi intervensi politik terhadap keputusan FIFA.

Di sisi lain, hubungan keduanya tampaknya tetap erat meski menuai kritik. Trump bahkan dikabarkan mendukung Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Menurut sumber yang dekat dengan Presiden AS, Trump menilai Infantino "dihormati di seluruh dunia" dan memiliki kemampuan menyatukan banyak pihak. Namun, peluang tersebut dinilai kecil mengingat Infantino masih menghadapi penolakan dari banyak pemimpin, khususnya di Eropa, bahkan untuk tetap menjabat sebagai Presiden FIFA.

Topik Menarik