Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
Dunia sepak bola kembali berduka. Legenda Timnas Inggris, Liverpool, dan Newcastle United, Kevin Keegan, meninggal dunia pada usia 75 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker yang didiagnosis awal tahun ini.
Kabar duka tersebut diumumkan keluarga Keegan pada Senin (20/7/2026). Dalam pernyataan resminya, keluarga mengungkapkan bahwa mantan pemain sekaligus pelatih Inggris itu mengembuskan napas terakhir didampingi istri dan kedua putrinya.
"Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan bahwa Kevin Keegan telah meninggal dunia. Mantan pemain dan pelatih Timnas Inggris itu telah berjuang melawan penyakitnya dan berada di sisi istri serta putri-putrinya pada saat-saat terakhirnya," demikian bunyi pernyataan keluarga.
Baca Juga:Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026Keluarga juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim medis yang selama ini merawat Keegan. Mereka meminta publik menghormati privasi keluarga di tengah masa berkabung.
"Kevin, peraih Ballon d'Or dua kali, adalah suami, ayah, dan kakek yang sangat dicintai. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim medis atas dukungan luar biasa mereka. Ini adalah masa yang sangat sulit dan kami memohon ruang serta privasi."Keegan dikenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Selama karier profesionalnya, ia mencatat hampir 750 penampilan di level klub. Bersama Liverpool, ia meraih empat gelar First Division dan menjadi salah satu ikon The Reds sebelum melanjutkan karier ke Hamburg di Jerman.
Bersama Hamburg, Keegan mencapai puncak karier individunya dengan memenangkan Ballon d'Or secara beruntun pada 1978 dan 1979, sebuah pencapaian langka yang mengukuhkan namanya sebagai salah satu pemain terbaik dunia pada era tersebut.
Selain Liverpool dan Hamburg, Keegan juga pernah memperkuat Scunthorpe United serta Southampton. Di level internasional, ia menjadi andalan Timnas Inggris dan tampil dalam berbagai turnamen besar.
Kariernya sebagai pelatih juga meninggalkan jejak yang tak kalah besar. Keegan pernah menangani Newcastle United, Fulham, Manchester City, hingga Timnas Inggris. Namun, kisah paling dikenang hadir bersama Newcastle.
Saat mengambil alih Newcastle pada 1992, klub itu sedang berjuang di divisi kedua dan terancam degradasi. Keegan berhasil membangkitkan The Magpies, membawa mereka promosi ke Premier League setahun kemudian, lalu membentuk tim atraktif yang dikenal sebagai "The Entertainers", yang dua musim berturut-turut finis sebagai runner-up liga pada 1995 dan 1996.Newcastle United menjadi salah satu klub pertama yang menyampaikan penghormatan. Dalam pernyataan resminya, klub menyebut Keegan sebagai sosok yang melampaui status pemain maupun pelatih.
"Kami sangat berduka atas kepergian Kevin Keegan, salah satu figur paling ikonik, berpengaruh, dan paling dicintai dalam sejarah klub kami."
Klub berjuluk The Magpies itu menilai Keegan merupakan jantung Newcastle selama beberapa generasi.
"Kevin lebih dari sekadar legenda sebagai pemain dan manajer. Ia membawa bakat kelas dunia, ambisi, dan keyakinan yang mengubah cara orang memandang Newcastle United. Sebagai pelatih, ia memberi harapan dan kebanggaan bagi kota ini melalui gaya bermain yang memikat penggemar sepak bola di seluruh dunia."
Newcastle juga menegaskan bahwa warisan Keegan tidak hanya diukur lewat jumlah pertandingan atau trofi.
"Dampak Kevin akan hidup dalam kenangan yang ia ciptakan bersama klub dan negaranya, mimpi yang ia tanamkan kepada banyak orang, serta generasi penggemar yang jatuh cinta kepada sepak bola karena dirinya. Beristirahatlah dengan tenang, King Kev."
Kepergian Kevin Keegan menutup perjalanan hidup salah satu ikon terbesar sepak bola Inggris. Sebagai pemain, ia mengoleksi berbagai gelar bergengsi dan dua Ballon d'Or. Sebagai pelatih, ia dikenang karena keberaniannya menghadirkan sepak bola menyerang yang menghibur. Namanya akan selalu tercatat sebagai salah satu legenda paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola dunia.









