10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
Argentina memang berhasil melaju hingga partai puncak Piala Dunia 2026. Namun, perjalanan Lionel Messi dan kawan-kawan jauh dari kata mulus.
Selain perjuangan di atas lapangan, La Albiceleste juga terus dibayangi berbagai kontroversi sepanjang turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Mulai dari keputusan wasit yang diperdebatkan, tudingan mendapat perlakuan istimewa dari FIFA, aksi bernuansa politik, hingga keributan setelah final, semuanya menjadi sorotan media internasional.
Berikut 10 kontroversi terbesar yang mengiringi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026.
1. Mesir Menuding Laga Babak 16 Besar "Dirampok"
Kontroversi pertama muncul pada babak 16 besar saat Argentina menyingkirkan Mesir dengan skor 3-2 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada 7 Juli 2026.Federasi Sepak Bola Mesir, sejumlah media, hingga para pengamat mempertanyakan beberapa keputusan wasit Francois Letexier dan Video Assistant Referee (VAR) yang dinilai merugikan tim mereka. Bahkan, muncul tuntutan agar FIFA mengevaluasi kepemimpinan pertandingan tersebut.
Istilah "Mesir dirampok" pun ramai digunakan publik sebagai bentuk kekecewaan terhadap hasil laga. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, juga termasuk tokoh yang mengkritik sejumlah keputusan kontroversial dalam pertandingan itu.
Meski FIFA tidak membatalkan hasil pertandingan, laga tersebut menjadi awal munculnya narasi bahwa Argentina memperoleh keuntungan dari sejumlah keputusan wasit.
2. Tuduhan FIFA Terlalu Melindungi Argentina
Seiring langkah Argentina menuju semifinal, kritik terhadap FIFA semakin menguat.Media dan suporter dari berbagai negara mempertanyakan konsistensi keputusan wasit, terutama dalam beberapa duel keras yang hanya berujung kartu kuning bagi pemain Argentina. Di media sosial bahkan muncul kembali istilah "VARgentina", yang digunakan sebagai sindiran atas dugaan keberpihakan perangkat pertandingan.Kontroversi semakin memanas karena Argentina berhasil mencapai semifinal tanpa menghadapi satu pun tim penghuni 10 besar Ranking FIFA. Lawan yang mereka hadapi antara lain Aljazair, Austria, Yordania, Cape Verde, Mesir, dan Swiss.
Situasi itu memicu petisi daring yang menuntut FIFA menginvestigasi dugaan keberpihakan terhadap Argentina. Meski demikian, FIFA tidak pernah mengakui adanya perlakuan khusus terhadap tim asuhan Lionel Scaloni tersebut.
3. Selebrasi Las Malvinas
Usai menyingkirkan Inggris di semifinal, beberapa pemain Argentina berpose sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas".Kalimat tersebut merujuk pada klaim Argentina atas Kepulauan Falkland atau Malvinas yang hingga kini masih menjadi sengketa dengan Inggris.
Karena FIFA melarang segala bentuk pesan politik dalam pertandingan internasional, aksi tersebut langsung menjadi perhatian Komite Disiplin FIFA untuk ditinjau lebih lanjut.
4. Kartu Merah Enzo Fernandez
Final melawan Spanyol menjadi titik balik bagi Argentina.Pada menit ke-82, Enzo Fernandez menerima kartu kuning pertama setelah memprotes keputusan wasit Slavko Vincic karena merasa dilanggar Rodri. Meski sudah diperingatkan, gelandang Chelsea itu masih melanjutkan protes dengan tepuk tangan bernada sindiran.Memasuki menit ketiga injury time, Fernandez kembali melakukan pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi. Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah.
Argentina pun harus bermain dengan 10 pemain hingga babak tambahan. Beberapa menit kemudian, Ferran Torres mencetak gol yang memastikan kemenangan Spanyol.
Sebelum meninggalkan lapangan, Fernandez sempat mengangkat tangan meminta maaf kepada suporter Argentina. Ia juga terlihat menendang mikrofon di tepi lapangan sebagai bentuk pelampiasan frustrasi.
5. Leandro ParedesPukul Pemain Spanyol
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, suasana berubah ricuh.Leandro Paredes menjadi sorotan setelah tertangkap kamera terlibat bentrok dengan sejumlah pemain Spanyol. Ia terlihat mendorong Eric Garcia, mencekik leher bek Barcelona tersebut, hingga menjatuhkan Gavi dalam keributan yang terjadi di tengah lapangan.
Aksi Paredes menuai kecaman luas. Mantan kapten Inggris Alan Shearer menegaskan, "Tidak ada tempat untuk tindakan seperti itu dalam sepak bola." Sementara Gary Neville menilai Paredes telah menunjukkan perilaku yang buruk dalam beberapa pertandingan terakhir.
6. Nahuel Molina Diduga Ikut Melayangkan Pukulan
Selain Paredes, Nahuel Molina juga menjadi perhatian. Rekaman pertandingan memperlihatkan bek Atletico Madrid tersebut mengayunkan tangan ke arah kapten Spanyol, Rodri, saat keributan berlangsung.Cuplikan itu segera viral di media sosial dan menjadi salah satu materi yang ikut dipelajari FIFA dalam penyelidikan pascalaga.7. FIFA Resmi Membuka Investigasi
Tak lama setelah final berakhir, FIFA mengonfirmasi bahwa Komite Disiplin akan menyelidiki berbagai insiden yang terjadi sepanjang pertandingan.Selain kartu merah Enzo Fernandez dan aksi Leandro Paredes, FIFA juga memeriksa dugaan tindakan kekerasan lain yang terekam kamera.
Berdasarkan Kode Disiplin FIFA, pemain yang terbukti melakukan tindakan seperti memukul, menendang, atau bentuk kekerasan lainnya dapat dijatuhi hukuman minimal tiga pertandingan.
8. Argentina Balik Badan Saat Spanyol Angkat Trofi
Kontroversi tidak berhenti di situ. Saat Spanyol merayakan keberhasilan mengangkat trofi juara dunia, sejumlah pemain Argentina memilih membelakangi podium atau tidak memberikan penghormatan kepada lawan.Sikap tersebut menuai kritik dari banyak pengamat yang menilai Argentina gagal menunjukkan sportivitas sebagai runner-up.Di tengah sorotan tersebut, Lionel Messi justru tampil berbeda. Kapten Argentina itu tetap menyalami para pemain Spanyol sebelum meninggalkan lapangan.
9. Skuad Argentina Hindari Wartawan
Kontroversi berikutnya terjadi di luar lapangan. Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa para pemain Argentina tidak hadir di mixed zone untuk memenuhi kewajiban wawancara setelah final, sebagaimana diatur dalam regulasi FIFA.Argentina players and staff refused to speak to the media following their 2026 World Cup Final loss to Spain. Here they are leaving the mix zone through a back exit and heading straight to the team buses parked nearby. pic.twitter.com/07dRvW2UuO
ā Michael J. Duarte (@michaeljduarte) July 20, 2026
Mantan pemain timnas Amerika Serikat sekaligus analis Fox Sports, Alexi Lalas, mengkritik sikap tersebut hanya dengan satu kata, "Weak."
Sementara komentator Taylor Twellman menilai Argentina gagal menunjukkan citra positif setelah pertandingan. Hingga kini, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) belum memberikan penjelasan resmi mengenai laporan tersebut.
10. Dugaan Kericuhan di Tribun Keluarga Pemain
Kontroversi terakhir datang dari luar arena pertandingan. Media Kolombia Noticias Caracol, yang kemudian dikutip sejumlah media Inggris, melaporkan bahwa polisi Amerika Serikat sempat menangani keributan di area yang ditempati keluarga pemain Argentina.Laporan tersebut menyebut ada sejumlah orang yang diamankan aparat. Namun hingga kini, otoritas Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai jumlah orang yang ditahan maupun dugaan pelanggaran yang terjadi.
Di sisi lain, AFA juga belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.









