Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut

Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:59
share

Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan jumlah orang super kaya tercepat di dunia dalam lima tahun ke depan. Di sisi lain, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan ekonomi melalui berbagai program untuk memperkuat kelas menengah dan mengurangi ketimpangan pendapatan.

"Arahan bapak presiden kita sekarang mendorong perbaikan koefisien gini. Jadi program itu yang kita coba dan kita akselerasi dengan beberapa program unggulan Pak Presiden," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip pada Sabtu (11/7/2026).

Airlangga mengatakan pemerintah memprioritaskan perbaikan koefisien gini sebagai indikator pemerataan ekonomi. Menurut dia, kebijakan pemerintah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok berpendapatan menengah, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan melalui berbagai program perlindungan sosial.

Baca Juga:Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah memperpanjang penyaluran bantuan pangan beras selama tiga bulan, yakni untuk periode Juli hingga September 2026. Program tersebut ditujukan untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat pada kelompok desil empat ke bawah sekaligus menopang daya beli rumah tangga."Jadi dengan berbagai program itu diharapkan kelas menengah ini juga bisa ketarik, dan yang desil empat ke bawah kita jaga kebutuhan mereka untuk pangan. Makanya kita luncurkan program tambahan yang beras ini kita lanjutkan tiga bulan," ujar Airlangga.

Selain bantuan sosial, pemerintah memperluas intervensi di sektor riil melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Skema pembiayaan tersebut memberikan akses kredit hingga Rp5 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung kepemilikan hunian maupun kegiatan usaha yang berkaitan dengan sektor perumahan.

Menurut Airlangga, tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut mendorong pemerintah menaikkan plafon KUR Perumahan menjadi Rp50 triliun hingga akhir tahun anggaran. Pemerintah menilai sektor perumahan memiliki efek berganda yang besar terhadap perekonomian sekaligus berperan penting dalam menopang kesejahteraan kelompok menengah.

Di sisi lain, pemerintah tetap melanjutkan berbagai insentif fiskal untuk menjaga konsumsi domestik, di antaranya Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah (PPh DTP), program belanja saat libur nasional, serta mempertahankan harga BBM Pertalite dan biodiesel pada tingkat subsidi.Proyeksi bertambahnya jumlah orang super kaya di Indonesia tercantum dalam laporan konsultan properti global Knight Frank. Dalam laporan tersebut, populasi Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) atau individu dengan kekayaan bersih sedikitnya USD30 juta diperkirakan meningkat dari sekitar 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031 atau tumbuh sekitar 82.

Baca Juga:Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah

Knight Frank menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia untuk pertumbuhan populasi UHNWI selama periode tersebut. Laju pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara lain seperti Arab Saudi dan Polandia yang diproyeksikan mencatat pertumbuhan sekitar 60.

Meski demikian, di tengah meningkatnya jumlah individu beraset besar, kelas menengah justru menurun dalam beberapa tahun terakhir karena menghadapi berbagai tekanan. Melalui kombinasi bantuan sosial, stimulus fiskal, dukungan pembiayaan sektor perumahan, serta berbagai kebijakan penguatan daya beli, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif dengan manfaat yang dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Topik Menarik