Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, sempat menuai sorotan sebelum Piala Dunia 2026 dimulai setelah dengan percaya diri menyatakan timnya mampu menjadi juara dunia. "Kami bisa memenangkan Piala Dunia," singkatnya.
Pernyataan itu awalnya dianggap terlalu berani. Namun, setelah sukses melewati fase grup dan menembus perempat final, keyakinan tersebut mulai terlihat realistis.
Maroko menunjukkan perkembangan pesat dibandingkan Piala Dunia 2022. Jika empat tahun lalu mereka mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik, kini Singa Atlas tampil lebih komplet dengan permainan menyerang, penguasaan bola yang baik, serta kedalaman skuad yang lebih kuat.
Baca Juga:Prancis vs Maroko: Misi Balas Sejarah
Premier Padel Valencia 2026 Hadir Pekan Ini, Saksikan Aksi Para Bintang Padel Dunia di VISION+
Bukti peningkatan itu terlihat saat mereka menyingkirkan Belanda melalui adu penalti setelah mendominasi jalannya pertandingan. Setelah itu, Singa Atlas mengalahkan tuan rumah Kanada 3-0 di babak 16 besar berkat permainan kolektif dan pergantian pemain yang efektif.Kini, ujian terbesar Maroko menanti di perempat final saat menghadapi Prancis di Stadion Boston, Jumat (10/7/2026), lawan yang mengakhiri langkah mereka di semifinal Piala Dunia 2022. Bagi Singa Atlas, duel ini bukan sekadar ajang balas dendam, tetapi kesempatan membuktikan bahwa mereka kini mampu bersaing sejajar dengan kekuatan elite dunia.
Baca Juga:Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
Apabila berhasil menyingkirkan Les Bleus, Maroko semakin dekat mewujudkan mimpi menjadi negara Afrika dan Arab pertama yang menjuarai Piala Dunia. Dengan organisasi permainan yang matang, lini serang yang tajam, serta mentalitas yang semakin kuat, Singa Atlas percaya mereka memiliki semua modal untuk menciptakan sejarah pada Piala Dunia 2026.










