Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
Penyanyi muda Bernadya Ribka membagikan kisah perjuangannya saat awal meniti karier sebagai penyanyi di industri musik. Salah satu cerita yang cukup melankolis adalah momen royalti lagu pertamanya menjadi harapan hidup keluarga di tengah himpitan ekonomi yang melemah akibat adanya pandemi Covid 19 beberapa tahun lalu.
Kisah tersebut diceritakan Bernadya dalam podcast yang diunggah di channel YouTube milik Raditya Dika. Dalam podcast tersebut, ia menceritakan awal dirinya meniti karier di dunia musik melalui proyek bersama sang maka saat masih duduk di bangku SMP.
Baca juga: Usai Rilis 'Rabun Jauh', Bernadya Langsung Siapkan Album Kedua ‘Semoga Hanya di Mimpi’
Ia sempat menyanyikan sebuah lagu yang akhirnya cukup digemari publik. Namun dari hitsnya lagu tersebut ada beberapa hal rumit yang harus dihadapi Bernadya di usianya yang masih remaja. Seperti masalah hak cipta dan pembagian hasil kepada penulis lagu akibat lagu tersebut mendapat perhatian publik.
Jaga Adab, Ussy Sulistiawaty Minta Izin Andhika Sebelum Comeback Bermusik: Restu Suami Kunci Utama
“Dari dulu aku pernah punya project berdua sama kakakku. Terus, terus kita bikin iseng aja. Karena kita juga masih SMP at that time kan? Tapi itu lagu yang bikinin orang lain, waktu itu. Terus habis itu, kan kalau dibikinin orang lain nggak semulus itulah, ada ribet begitulah lagunya naik dan lain-lain. Pokoknya kalau lagunya nggak terlalu banyak yang dengar, enggak ada masalah. Begitu banyak yang dengar, mulai,” kata Bernadya, dikutip Minggu (5/7/2026).Akhirnya, ia pun disarankan dan didukung oleh sang ayah untuk membuat lagu sendiri. Disitulah titik awal dirinya berani membuat lagu dan menjadi satu titik balik dari karier bermusiknya yang sukses hingga saat ini.
Baca juga: Ngaku Hanya Teman Satu Project, Iqbal Ramadhan Terciduk Temani Bernadya Konser
“Akhirnya kayak papaku bilang, ‘Kamu nulis aja lagu sendiri, kayaknya akan lebih mudah gitu loh’. Jadinya aku memberanikan diri nulis sendiri, terus aku akhirnya aku nulis. Memberanikan diri tanpa ekspektasi apa pun tentunya,” ucap dia.
Namun, tidak lama setelah ia merilis lagunya, pandemi Covid-19 melanda dan memberikan dampak penurunan ekonomi yang cukup signifikan terhadap keluarga Bernadya. Hal itu dikarenakan keluarganya mengandalkan bisnis klinik yang dijalankan sang ibu untuk kehidupan sehari-hari.
Sementara, saat Covid-19 kebijakan pembatasan wilayah atau lockdown mulai diberlakukan. Bahkan tidak boleh ada kerumunan atau antrian orang di titik manapun sehingga sang ibu terpaksa harus menutup praktek kliniknya. Baca juga: Heboh Dugaan Pacaran, Bernadya Akhirnya Bongkar Sosok Pria di Foto Blur
“Ya, responsnya oke, tapi ya udah. Terus pandemi, lockdown, mamaku berhenti praktik. Karena pandemi kan enggak boleh, kan? Kan penghasilan terbesar di keluarga ini, kan mamaku adalah tulang punggung keluarga. Maksudnya dari klinik lah, dari klinik, kita jadinya bergantung dari situ aja,” tutur Bernadya.
Tapi, di tengah situasi pelik tersebut, sebuah keajaiban datang dari karya musik yang ia rilis sendiri lewat agregator bersama ayahnya. Lagu yang diunggah secara mandiri itu secara mengejutkan meraih jutaan streams hingga menghasilkan royalti yang sangat besar bagi seorang anak sekolah.
“Cuman dari laguku tiba-tiba menghasilkan sesuatu yang bikin kita bisa bertahan hidup. Bukan bertahan hidup, itu lebih jauh melebihi bertahan hidup. Semengagetkan itu karena bener-bener pada saat itu besar. Besar untuk anak SMP dan untuk masa pandemi,” ungkap dia.
Pendapatan royalti yang tidak terduga tersebut pertama kali diketahui oleh sang ayah yang mengurus administrasi rekening agregator musik mereka. Bernadya mengaku kaget saat diberi tahu nominal pendapatan dari lagu tersebut. Momen inilah yang akhirnya menjadi titik balik bagi Bernadya untuk semakin percaya diri menekuni dunia menulis lagu.
"Dari situ aku kayak, 'Oh, ini sesuatu yang aku suka dan bisa menghidupiku,' gitu," ujar Bernadya.
Sukses meniti jalur independen dan meraup keuntungan komersial sendiri tidak lantas membuat Bernadya berpuas diri. Ia akhirnya mengambil langkah strategis untuk bergabung dengan JUNI Records, label musik yang juga menaungi penyanyi Raisa.










