Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa

Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:47
share

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (3/7/2026), guna memastikan keandalan operasional dan kesiapan pasokan energi di wilayah ujung timur Pulau Jawa. Peninjauan tersebut juga dilakukan untuk memperkuat penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh rantai distribusi energi Pertamina.

"HSSE bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi harus menjadi budaya kerja yang dijalankan setiap hari," ujar Iriawan dalam keterangan pers, Sabtu (4/7/2026).

Iriawan dalam kunjungan tersebut memulai agenda dengan melakukan inspeksi ke dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yakni SPBU 54.684.21 di Jalan Jember–Kalibaru dan SPBU 54.684.34 di Jalan Yos Sudarso, Banyuwangi. Ia memeriksa fasilitas operasional, kebersihan area layanan, hingga kesiapan sarana pendukung di lokasi.

Baca Juga:Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja

Selain berdialog dengan pengelola dan operator SPBU, Iriawan juga menyapa masyarakat yang sedang mengisi bahan bakar. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan di lini terdepan sangat berkaitan dengan kualitas pelayanan dan reputasi perusahaan di mata publik.

Usai meninjau SPBU, rombongan melanjutkan kunjungan ke Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi yang menjadi simpul strategis distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan avtur untuk wilayah Jawa Timur hingga kawasan Indonesia timur. Di lokasi tersebut, jajaran komisaris meninjau area tangki timbun, fasilitas penerimaan dan pengisian mobil tangki, hingga dermaga tanker.

Ia juga menerima paparan terkait kondisi ketahanan stok dan kelancaran distribusi energi untuk mendukung kebutuhan masyarakat, sektor industri, hingga pariwisata. Menurut dia, posisi strategis IT Tanjung Wangi menjadikan fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga:Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026

Pihaknya menekankan keandalan infrastruktur dan disiplin kerja operator menjadi faktor utama untuk memastikan pasokan energi dapat tersalurkan secara aman, tepat waktu, dan berkelanjutan. Selain itu, mitigasi risiko disebut harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Peninjauan juga dilakukan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Banyuwangi di Bandara Blimbingsari untuk memastikan kesiapsiagaan distribusi avtur. Menutup rangkaian kunjungan, Iriawan meminta seluruh insan Pertamina terus menjaga integritas fasilitas dan memperkuat sinergi antarunit guna mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia melalui layanan energi yang andal dan aman.

Topik Menarik