Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026

Surat Perpisahan Ronald Koeman Usai Belanda Terusir di Piala Dunia 2026

Olahraga | sindonews | Rabu, 1 Juli 2026 - 14:22
share

Ronald Koeman resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Belanda, Rabu (1/7/2026). Keputusan ini menyusul kegagalan De Oranje melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Perjalanan Belanda harus terhenti di babak 32 besar setelah kalah dramatis dari Maroko lewat adu penalti 2-3. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 hingga 120 menit.

Kegagalan tersebut memicu tekanan besar terhadap Koeman. Tak lama berselang, pelatih berusia 63 tahun itu mengumumkan keputusannya untuk mengakhiri masa baktinya bersama Timnas Belanda melalui sebuah pernyataan resmi melalui akun Instagram pribadinya yang sarat emosi

Berikut Pernyataan Resmi Ronald Koeman

Tadi malam, saya membuat keputusan untuk mengakhiri masa jabatan saya sebagai pelatih kepala tim nasional Belanda.

Ketika saya melihat kembali karier saya, saya terutama merasakan kebanggaan dan rasa syukur. Saya mendapat kehormatan untuk bekerja di Vitesse, Ajax, Benfica, PSV, Valencia, AZ, Feyenoord, Southampton, Everton, FC Barcelona, dan, tentu saja, dua periode bersama Oranje. Klub dan orang-orang yang telah membentuk saya dan memberi saya kenangan yang akan saya hargai sepanjang hidup saya.

Itulah mengapa sangat menyakitkan bahwa masa saya bersama Oranje berakhir seperti ini. Kita semua bermimpi tentang Piala Dunia di mana kita akan membuat sejarah. Itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa tentang hal itu daripada saya. Sebagai pelatih kepala, Anda memikul tanggung jawab itu. Saya selalu merasakannya dan akan selalu terus merasakannya.Selain itu, beberapa tahun terakhir telah membuat saya menyadari sekali lagi bahwa ada hal-hal yang lebih penting daripada sepak bola. Sepak bola telah menjadi hidup saya, tetapi kesehatan tidak ternilai harganya. Ketika seseorang yang Anda cintai sepenuh hati sedang berjuang melawan penyakit yang berat, perspektif Anda berubah. Terlepas dari penyakitnya sendiri, istri saya, Bartina, mendukung dan menyemangati saya setiap hari untuk menyelesaikan pekerjaan saya sebagai pelatih tim nasional. Itu adalah bukti kekuatan yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih kepadanya atas hal ini, lebih dari yang dapat saya ungkapkan dengan kata-kata.

Saya ingin berterima kasih kepada semua pemain yang telah berkesempatan bekerja sama dengan saya. Dedikasi, karakter, dan kepercayaan Anda memotivasi saya setiap hari. Terima kasih juga kepada staf saya, KNVB, semua karyawan di balik layar, dan klub-klub tempat saya berkesempatan bekerja. Tetapi yang terpenting, terima kasih kepada para pendukung. Atas dukungan Anda, terutama selama masa-masa sulit. Merupakan kehormatan besar untuk mewakili Belanda sebagai pelatih tim nasional.

Saya mengucapkan selamat tinggal dengan perasaan campur aduk. Tentu saja, saya lebih suka mengakhiri masa jabatan saya bersama Oranje dengan gelar juara dunia. Sayangnya, mimpi itu tidak terwujud. Tetapi yang terpenting, kebanggaan tetap ada. Kebanggaan atas semua yang telah diberikan sepak bola kepada saya, atas orang-orang yang telah saya temui, dan atas kenyataan bahwa saya mampu mengubah hasrat terbesar saya menjadi profesi saya.

Terima kasih atas semua tahun-tahun yang penuh kepercayaan, kritik, dukungan, kekecewaan, kesuksesan, dan tak terlupakan.

Topik Menarik