Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250

Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250

Ekonomi | sindonews | Minggu, 28 Juni 2026 - 12:52
share

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tengah melakukan evaluasi dan penertiban besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara atau BUMN rugi yang dinilai membebani keuangan negara. Langkah perampingan BUMN dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memastikan uang rakyat dikelola secara optimal. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo membacakan salah satu usulan dari para guru besar mengenai alokasi dana riset perguruan tinggi yang bersumber dari sebagian laba BUMN. “Tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset ya, inovasi. Ini bagus ya, usul. Masalahnya, BUMN ini ada labanya nggak? Sekarang mulai ada? Terima kasih Danantara, ya, terima kasih. Satu tahun ini sudah mulai ada laba, ya,” kata Prabowo.

Baca Juga: 240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus

Menurut Prabowo, selama ini tidak sedikit BUMN yang tidak menghasilkan keuntungan, namun tetap membebani negara dengan biaya operasional dan pembayaran gaji para direksi serta komisaris.

“Masalahnya kemarin BUMN-BUMN ini, ya kita sudah tahulah, ya, sudah lama jadi orang Indonesia, saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” ujarnya.

Baca Juga: Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul

Prabowo kemudian menanyakan kepada Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengenai target efisiensi jumlah perusahaan pelat merah. Ia menyebut jumlah BUMN yang saat ini mencapai lebih dari 1.000 perusahaan dapat dipangkas hingga tersisa sekitar 250 perusahaan. “Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300-lah. Gimana, Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa BUMN? Ujungnya nanti 250?” tanya Prabowo disambut anggukan oleh Dony. Dia menilai pengurangan jumlah BUMN diperlukan untuk menekan biaya overhead yang selama ini membebani keuangan negara. “Bayangkan, lebih dari 750 kita tutup. 750 dirut, 750 direksi kali 4 atau kali 5. 750 komisaris, dikali 10. Overhead-nya kayak apa, gajinya kayak apa. Saudara-saudara, ini uang rakyat semua. Perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” lanjut Prabowo.

Topik Menarik