AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan mereka telah menyerang Iran menyusul serangan Teheran terhadap satu kapal dagang di Selat Hormuz. Serangan ini kemudian dibalas oleh Teheran.
“Pesawat-pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai setelah Iran menyerang M/V Ever Lovely pada 25 Juni dengan drone serang satu arah,” ungkap CENTCOM dalam unggahan di X.
Mereka menambahkan, “Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata.”
“Selanjutnya, perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital.”
Mereka menambahkan, “Pasukan CENTCOM terus memberikan koordinasi dan dukungan jalur aman kepada kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut.” “Militer AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” tambahnya.
Pejabat Iran mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata yang sembrono.
Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, mengatakan Trump “telah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi atau gencatan senjata.”
Mengomentari serangan AS terhadap Iran, Azizi mengatakan, “Pelanggaran gencatan senjata yang sembrono ini, seperti biasa, akan menyebabkan penarikan diri dan penyesalan di pihak mereka.”
“Permainan saling menyalahkan tidak lagi berhasil,” tulisnya di X.Kantor berita Iran, Tasnim dan IRNA, baru saja membagikan pernyataan dari kantor media IRGC.
IRGC mengatakan Angkatan Lautnya menargetkan lokasi di wilayah tempat pasukan AS ditempatkan, tanpa menyebutkan lokasi spesifik atau memberikan detail tambahan.
IRGC mengutuk serangan AS terhadap Iran, dengan mengatakan Washington, “seperti biasa, melanggar komitmennya dan melancarkan serangan udara” di pantai Iran.
“Menurut Pasal 5 Berdasarkan Nota Kesepahaman, Islamabad memiliki pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz dengan Republik Islam Iran,” kata IRGC.
“Namun, AS, dengan menghasut berbagai pihak, berupaya melanggar komitmen ini, yang telah dibalas dengan tindakan yang semestinya,” lanjut pernyataan itu. “Jika agresi ini terulang, tanggapan kami akan lebih luas.”
Baca juga: Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka



