Iran Murka, Mehdi Taremi dan Asisten Pelatih Ditahan AS
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengungkapkan bahwa Mehdi Taremi dan asisten pelatih Saeed Alhoei sempat mengalami penahanan singkat oleh otoritas Amerika Serikat saat tim nasional Iran melakukan perjalanan menuju Seattle untuk menjalani laga terakhir Grup Piala Dunia 2026 melawan Mesir.
Menurut pernyataan resmi FFIRI, insiden tersebut terjadi ketika delegasi Iran berangkat dari Meksiko menuju Amerika Serikat. Federasi menyebut adanya gangguan dari pihak tuan rumah yang menyebabkan keberangkatan tim tertunda.
"Selama perjalanan ketiga tim nasional ke Amerika Serikat, ofisial tuan rumah mengganggu Saeed Alhoei dan Mehdi Taremi, sehingga menunda keberangkatan konvoi ke Seattle untuk pertandingan melawan Mesir," demikian bunyi pernyataan FFIRI dikutip dari Al Jazeera, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga:Daftar 10 Tim Eropa yang Lolos ke Piala Dunia 2022
Federasi tidak menjelaskan alasan penahanan tersebut maupun apakah kedua individu itu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Namun, FFIRI memastikan Taremi dan Alhoei akhirnya bergabung kembali dengan rombongan tim sekitar 25 menit kemudian dan melanjutkan perjalanan ke Seattle bersama delegasi lainnya.Iran menjalani Piala Dunia 2026 dengan kondisi yang tidak biasa. Di tengah ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, Tim Melli memilih menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai basis utama mereka selama turnamen berlangsung.
Meski seluruh pertandingan fase grup dimainkan di wilayah Pantai Barat Amerika Serikat, skuad Iran tidak menetap di negara tersebut. Mereka hanya masuk ke AS menjelang pertandingan dan langsung kembali ke Meksiko setelah laga berakhir.
Baca Juga:Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Sebelumnya, otoritas Amerika Serikat dikabarkan telah memberikan kelonggaran terhadap pembatasan perjalanan delegasi Iran dengan mengizinkan mereka tiba di Seattle dua hari sebelum pertandingan. Namun, mereka tetap diwajibkan meninggalkan wilayah AS segera setelah pertandingan selesai.
Kebijakan tersebut menuai kritik dari sejumlah pemain dan pejabat olahraga Iran yang menilai perlakuan terhadap Tim Melli berbeda dibandingkan peserta lainnya. Sementara itu, pihak Amerika Serikat menyatakan pembatasan yang diterapkan berkaitan dengan alasan keamanan, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut.










