Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang

Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang

Nasional | sindonews | Selasa, 23 Juni 2026 - 11:38
share

Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menuntut jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK yang bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari jabatan. Tuntutan itu dilayangkan lantaran jajaran petinggi BEM UBK itu diduga terima uang.

Tuntutan itu termuat dalam pernyataan sikap dari mahasiswa UBK yang diunggah di laman Instagram @bemfhubk. Dalam tuntutan itu, mahasiswa mendesak jajaran BEM UBK untuk membuat pernyataan sikap ihwal siap menerima konsekuensi dari perbuatannya.

"Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalan tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi," demikian keterangan mahasiswa dilansir @bemfhubk, Selasa (23/6/2026).

Ada lima nama mahasiswa yang disebut dalam unggahan tersebut, satu di antaranya adalah Muhammad Abdimaludin (Ketua BEM FH UBK). Selain itu, mahasiswa juga mendesak para pengurus BEM tersebut untuk mundur dari jabatannya. "Bersedia mengundurkan diri dari seluruh jabatan internal kampus, termasuk kepengurusan BEM," tegas pernyataan itu.

Baca Juga: Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki BersamaMahasiswa UBK juga mendesak pelaku membuat video pernyataan telah menerima suap. "Membuat pernyataan tertulis yang mengakui kesalahan serta menandatanganinya di atas meterai. Bagi mahasiswa penerina KIP-K, wajib mengembalikan dana negara yang diterima," tulis keterangan itu.

Di sisi lain, mahasiswa menuntut pihak universitas untuk membentuk badan investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa. "Memberikan tenggat waktu selama 10 hari kerja, terhitung sejak Senin, 22 Juni 2026, kepada seluruh pihak terkait untuk memenuhi 10 tuntutan," ujarnya.

Sementara, dalam video yang beredar, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengakui kesalahannya. "Saya Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM FH, saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut, 20 juta, dengan pembagian dengan kawan-kawan," ujar Abdi di depan para mahasiswa UBK.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengaku, program pemerintah masih banyak kekurangan. Untuk itu, ia menyatakan, pemerintah berkomitmen untuk menyempurnakan berbagai program dan kebijakan nasional dengan membuka ruang dialog serta menyerap aspirasi masyarakat.

Hal itu disampaikan Gibran saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026) sore."Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ya ini yang harus kita perbaiki bersama," tutur Gibran dalam keterangannya.

Ruang dialog itu terjadi saat Gibran membuka pintu saat mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda. Adapun mahasiswa itu terdiri dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta.

Para mahasiswa menyampaikan aspirasi dan hasil kajian terkait sejumlah isu nasional, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, revisi regulasi, hingga pembangunan di wilayah tertinggal.

Mengawali dialog, Gibran menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa. "Makanya ini saya terima kasih sekali dapat masukan-masukan," ujar Gibran.

Gibran menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan selama disampaikan secara tertib dan konstruktif. Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal berbagai kebijakan pemerintah. "Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran," katanya.Dalam kesempatan tersebut, Gibran memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan diteruskan kepada pimpinan.

Sementara itu, Muhammad Abdimaludin menilai Gibran menunjukkan sikap terbuka dalam menerima aspirasi dan hasil kajian yang disampaikan mahasiswa. “Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan lebih khusus Presiden Prabowo Subianto," ujarnya seusai pertemuan.

Abdi juga mengapresiasi respons Wapres selama audiensi berlangsung. "Respons dari pihak-pihak tentunya Bapak Wakil Presiden, sangat baik," katanya.

Menurutnya, Gibran memberikan perhatian terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya. "Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami," kata Abdi.

Topik Menarik