Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Lionel Messi kembali menjadi pusat kontroversi di Piala Dunia 2026. Setelah membawa Argentina menang 3-0 atas Aljazair, kapten La Albiceleste itu kini berpotensi terseret polemik baru terkait keputusan wasit.
Sebelumnya, banyak pihak menilai Messi beruntung tidak menerima kartu merah langsung setelah melakukan tekel keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi. Insiden tersebut memicu tudingan di media sosial bahwa pemain berusia 39 tahun itu mendapatkan perlakuan istimewa dari wasit dan perangkat pertandingan.
Kini, perdebatan kembali muncul setelah beredar foto Messi menutupi mulutnya saat berbicara usai mencetak gol dalam laga tersebut. Sejumlah penggemar mempertanyakan mengapa Messi tidak dihukum, sementara gelandang Paraguay, Miguel Almiron, justru diusir dari lapangan karena tindakan serupa.
Baca Juga:Belanda Pesta Gol, Swedia Dibantai 5-1 di Houston
Hasil BCL Asia-East 2026 Semalam: Dewa United Banten Tampil Perkasa, Gilas Wakil Mongolia 95-53!
Almiron sebelumnya menjadi pemain pertama di Piala Dunia 2026 yang menerima kartu merah berdasarkan aturan baru yang dikenal sebagai "Hukum Prestianni". Dalam pertandingan melawan Turki yang dimenangi Paraguay 1-0, Sabtu (20/6/2026), mantan pemain Newcastle United itu tertangkap kamera menutupi mulutnya saat terlibat konfrontasi dengan pemain lawan.Aturan tersebut disahkan oleh IFAB setelah kontroversi yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dan bintang Real Madrid, Vinicius Junior. Regulasi baru itu bertujuan mencegah pemain menyembunyikan komentar yang dianggap merendahkan atau provokatif. Setelah mendapat rekomendasi dari VAR, wasit meninjau insiden Almiron melalui monitor di tepi lapangan sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah.
Namun, kasus Messi dinilai berbeda. Dalam regulasi tersebut dijelaskan bahwa seorang pemain dapat diusir apabila menutupi mulutnya saat berada dalam situasi konfrontasi dengan lawan.
Baca Juga:Deretan Fakta Menarik Usai Belanda Hajar Swedia 5-1
Messi diketahui hanya berbicara kepada rekan setimnya usai mencetak gol kedua Argentina pada menit ke-60. Dengan demikian, tindakannya tidak masuk dalam kategori pelanggaran yang diatur dalam "Hukum Prestianni".
Jurnalis sepak bola Inggris, Henry Winter, juga menyoroti adanya penekanan pada kata "konfrontasi" dalam aturan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah mendapatkan penjelasan mengenai regulasi itu sebelum turnamen dimulai."Pemain boleh menutup mulut ketika berkomunikasi dengan rekan setim, membahas taktik, dan sebagainya. Tidak ada alasan untuk tidak mengetahuinya karena semua pemain telah diberi penjelasan sebelum turnamen," tulis Winter di media sosial X.
Di tengah perdebatan yang berkembang, FIFA turut mengeluarkan pernyataan resmi terkait kartu merah Almiron. Badan sepak bola dunia itu menegaskan bahwa hukuman tersebut merupakan bagian dari penerapan sejumlah aturan baru di Piala Dunia 2026.
"Setelah tinjauan VAR dalam pertandingan antara Turki dan Paraguay, Miguel Almiron diberi kartu merah karena menutupi mulutnya. Menyusul pertemuan khusus IFAB pada April lalu, sejumlah amandemen diperkenalkan untuk diterapkan di Piala Dunia FIFA 2026, termasuk kartu merah bagi pemain yang terlihat menutupi mulutnya dalam situasi konfrontasi dengan lawan," tulis FIFA dalam pernyataannya.









