Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
PORTUGAL memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Selecao das Quinas hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan DR Kongo pada laga perdana fase grup. Hasil tersebut memicu reaksi keras dari keluarga Cristiano Ronaldo, bahkan salah satu saudarinya menuding Portugal telah "dirampok".
Dalam pertandingan yang berlangsung pada Rabu (18/6/2026), Portugal sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Joao Neves. Namun keunggulan itu gagal dipertahankan setelah Yoane Wissa mencetak gol penyama kedudukan menjelang turun minum.
Cristiano Ronaldo yang menjalani penampilan keenamnya di ajang Piala Dunia tampil penuh selama 90 menit. Namun megabintang berusia 41 tahun itu kesulitan memberikan pengaruh besar di lini depan dan gagal mencatatkan gol maupun assist.
Hasil mengecewakan tersebut langsung mendapat sorotan dari Elma Aveiro, saudari Ronaldo. Melalui media sosial, ia mengaku tetap optimistis Portugal bisa bangkit meski merasa timnya dirugikan dalam pertandingan tersebut.
"Saya percaya awal yang buruk bisa berakhir dengan hasil yang baik. Kalian yang berada di lapangan. Berbicara memang mudah, apalagi ketika merasa dirampok seperti ini," tulis Elma.Tak hanya Elma, saudari Ronaldo lainnya, Kátia Aveiro, juga melontarkan kritik pedas terhadap permainan Portugal. Menurutnya, para pemain tampil jauh di bawah standar dan kehilangan identitas permainan mereka.
"Mereka seperti lupa cara mengoper bola, merebut bola, dan melakukan serangan balik. Permainan justru lebih banyak bergerak mundur dari lini tengah. Piala Dunia kali ini terasa aneh, sangat aneh. Tapi kami tetap percaya bisa bangkit," tulis Kátia.
Yang lebih menarik, Kátia juga kedapatan memberikan tanda suka pada sebuah unggahan yang mengkritik gelandang Portugal, Bruno Fernandes. Dalam unggahan tersebut, kapten Manchester United itu dinilai gagal tampil sebagai pemimpin saat tim sedang membutuhkan sosok penentu di lapangan.
"Bruno Fernandes adalah pemain yang berbeda ketika mengenakan seragam tim nasional. Saat Portugal membutuhkan pemimpin, dia justru menghilang dan membiarkan tanggung jawab dipikul pemain lain," bunyi kritik yang disukai Kátia.
2 Pevoli Supercantik yang Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional, Nomor 1 Nyaris Jadi Juara
Sementara itu, pelatih Portugal Roberto Martinez membela keputusan mempertahankan Ronaldo hingga akhir laga. Menurutnya, kehadiran sang kapten tetap penting karena mampu menarik perhatian banyak pemain lawan dan membuka ruang bagi rekan-rekannya."Tidak masuk akal menarik keluar Cristiano ketika tim membutuhkan gol. Cara bermainnya tetap memberi nilai penting bagi tim," ujar Martinez.
Di sisi lain, Ronaldo memilih meredam kekecewaan dengan pesan singkat di media sosial. Pemilik lima Ballon d'Or itu menegaskan perjalanan Portugal masih panjang.
"Ini bukan awal yang kami inginkan, tetapi semuanya belum berakhir. Tetap tegakkan kepala dan fokus pada pertandingan berikutnya," tulis Cristiano Ronaldo.
Portugal kini mengalihkan fokus ke laga kedua melawan Uzbekistan national football team. Kemenangan menjadi target wajib jika mereka ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.










