Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Titik terang nasib ekonomi dunia akhirnya muncul ke permukaan. Untuk pertama kalinya sejak Amerika Serikat atau AS dan Iran mengumumkan kesepakatan damai pada hari Minggu lalu, sebuah kapal tanker energi raksasa dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman dan telah bersandar di pelabuhan India.
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa urat nadi perdagangan laut yang sempat mati suri akibat perang AS-Iran kini mulai berdenyut kembali. Kapal pembawa gas alam cair (LNG) bernama MT Disha tersebut resmi bersandar di Pelabuhan Dahej di negara bagian Gujarat barat pada Jumat (19/6) pagi waktu setempat.
Baca Juga: 62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Kapal ini tercatat sebagai armada komersial pertama yang sukses menembus selat paling berbahaya di dunia itu setelah Washington resmi mencabut total blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Penyelamat Napas India: Sempat Sekarat Kehabisan Pasokan Gas
Kedatangan MT Disha membawa rasa lega bagi New Delhi. India seperti diketahui merupakan raksasa ekonomi dengan status importir minyak terbesar ketiga di dunia, importir LNG terbesar keempat, dan importir elpiji (LPG) terbesar kedua di planet bumi.Baca Juga: Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat HormuzSebelum perang AS-Israel melawan Iran meletus pada akhir Februari lalu, ketergantungan India terhadap Selat Hormuz berada di tingkat yang sangat ekstrem. Tercatat 45 impor minyak mentah India wajib lewat Selat Hormuz.Selain itu 50 pasokan LNG dalam negeri bergantung pada selat ini. Ditambah 90 pasokan LPG rumah tangga dan industri mengalir melalui jalur maritim sempit tersebut.
Ketika perang berkecamuk dan kilang gas milik Qatar hancur, pasokan energi ke India lumpuh total karena mereka tidak memiliki cadangan strategis yang cukup. New Delhi bahkan sempat pontang-panting mencari pasokan alternatif super mahal dari Oman, Nigeria, hingga Amerika Serikat.
Kapal MT Disha sendiri diketahui membawa muatan penuh LNG yang dimuat dari kompleks Ras Laffan, Qatar, yang sempat menjadi target hantaman rudal selama konflik berlangsung.
Meski Tak Jadi Ibu Kota Negara, IKN Tetap Dilirik Investor dengan Investasi Rp72,39 Triliun
Keberhasilan MT Disha ini langsung meruntuhkan dinding ketakutan para pelaku logistik internasional yang selama berbulan-bulan dihantui oleh kecemasan amukan rudal Iran.Berdasarkan data analitik dari Kpler, arus lalu lintas di Selat Hormuz kini mulai mengalir setetes demi setetes. Setidaknya ada 12 kapal tanker besar terpantau mulai bergerak berani melintasi selat tersebut dalam beberapa hari terakhir, termasuk tiga kapal supertanker milik Arab Saudi dan satu kapal produk milik Iran sendiri.
Tak hanya itu, pemimpin redaksi Lloyd's List, Richard Meade, mengonfirmasi bahwa kapal-kapal kargo raksasa milik korporasi global seperti Grimaldi Group, Cosco, Knutsen, dan NYK yang sejak Februari lalu terjebak dan terdampar di perairan Teluk, kini sudah mulai bergerak melanjutkan perjalanan.
Sebagai catatan, sebelum perang mereduksi lalu lintas laut hingga di bawah 10, sekitar 100 kapal melintasi Selat Hormuz setiap harinya. Blokade total yang terjadi sejak Maret bahkan memaksa empat perusahaan kontainer terbesar di dunia —Maersk, MSC, CMA CGM, dan Hapag-Lloyd— untuk menyetop total seluruh operasi mereka di wilayah tersebut.










