Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter

Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter

Ekonomi | sindonews | Kamis, 18 Juni 2026 - 09:32
share

PT Pertamina Patra Niaga menyatakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax pada Juni 2026 masih berada di bawah harga pasar. Adapun kenaikan harga yang diterapkan saat ini hanya sekitar 50 dari selisih harga pasar penuh guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

"BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangan resmi, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?

Roberth menjelaskan penetapan harga Pertamax Series pada 10 Juni 2026 telah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga karena tetap ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut dia harga BBM nonsubsidi pada prinsipnya dievaluasi secara berkala setiap bulan berdasarkan perkembangan parameter keekonomian, termasuk harga minyak dunia, nilai tukar, dan biaya pengadaan energi. Namun implementasi penyesuaian harga tetap mempertimbangkan kebijakan pemerintah serta kondisi perekonomian nasional.Di tengah meningkatnya harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik global, pemerintah selama ini menjaga harga Pertamax tetap stabil meski tekanan biaya pengadaan energi terus meningkat. Penyesuaian harga yang dilakukan pada Juni disebut telah mempertimbangkan kondisi pasar internasional sekaligus kemampuan daya beli masyarakat.

"Pada prinsipnya, harga BBM nonsubsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth.

Adapun harga jual yang berlaku saat ini telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi domestik. Harga Pertamax juga disebut masih lebih kompetitif dibandingkan harga BBM dengan spesifikasi sejenis di sejumlah negara ASEAN.

Baca Juga:Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU PertaminaRoberth menambahkan Pertamina Patra Niaga akan terus menjalankan penugasan pemerintah untuk menjaga ketersediaan energi nasional sekaligus memastikan distribusi BBM kepada masyarakat berjalan lancar. Ia juga mengimbau masyarakat memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina agar mendapatkan informasi yang akurat dan utuh terkait kebijakan energi.

Berdasarkan hitungan, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Dengan kenaikan sebesar Rp3.950 per liter dan asumsi bahwa penyesuaian tersebut hanya mencerminkan 50 dari selisih harga pasar maka harga keekonomian penuh diperkirakan mencapai sekitar Rp20.200 per liter.

Perhitungan tersebut diperoleh dari selisih harga sebesar Rp3.950 per liter yang diasumsikan sebagai separuh dari selisih harga pasar. Dengan demikian, selisih harga pasar penuh mencapai sekitar Rp7.900 per liter sehingga harga keekonomian Pertamax diperkirakan Rp20.200 per liter.

Topik Menarik