Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara

Kasus Mobil Listrik Meledak Tinggi, Ahli Otomotif Angkat Bicara

Otomotif | sindonews | Senin, 15 Juni 2026 - 11:51
share

Banyak konsumen di China menyatakan keprihatinan atas seringnya muncul laporan kecelakaan yang melibatkan merek mobil besar seperti Xiaomi, Huawei, Tesla, dan BYD di media sosial.

Namun, menurut analisis dari Fast Technology dan para ahli otomotif, hal ini tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas teknis kendaraan tersebut, melainkan terutama disebabkan oleh pemberitaan media dan lalu lintas situs web.

Blogger teknologi dan otomotif Han Lu menjelaskan bahwa media sosial saat ini menunjukkan bias yang jelas terhadap merek-merek terkenal.

Ketika sebuah mobil dari merek yang kurang terkenal mengalami masalah, unggahan tersebut biasanya mendapat sedikit interaksi dan cepat hilang di beranda.

Sebaliknya, nama-nama seperti Xiaomi atau Tesla, yang sudah terkenal, dengan mudah menjadi berita hangat, menarik banyak pembaca dan komentar pada setiap insiden kecil.

Pihak pabrikan menyatakan bahwa kebakaran mobil Xiaomi SU7 Ultra baru-baru ini di China bukan disebabkan oleh baterai.Kecenderungan konsumen untuk berbagi pengalaman negatif yang berkaitan dengan merek-merek besar secara tidak sengaja telah menciptakan "ilusi visual."

Seiring waktu, hal ini menyebabkan publik percaya bahwa mobil dari merek-merek terkenal lebih sering terlibat dalam kecelakaan, padahal kenyataannya, tingkat kegagalan di antara produsen mobil besar sekarang sebanding.

Menganalisis laporan kecelakaan yang beredar daring secara lebih detail, Han Lu menunjukkan bahwa sebagian besar informasi bersifat sepihak dan disalahartikan.

Secara khusus, banyak kebakaran mobil disebabkan oleh kesalahan pengguna, seperti menempatkan bahan yang mudah terbakar atau meledak di dalam kabin saat cuaca panas, bukan karena sistem baterai atau komponen yang rusak dari pabrikan.

Selain itu, insiden seperti kerusakan poros roda sering kali disebabkan oleh pengoperasian yang tidak tepat. Dalam banyak kasus, kendaraan menabrak trotoar dengan keras pada kecepatan tinggi, mengakibatkan kerusakan struktural pada sasis, tetapi ketika gambar diunggah, pemirsa hanya fokus pada kerusakan itu sendiri dan mengabaikan penyebab tabrakan.Membandingkan risiko antara mobil listrik dan mobil berbahan bakar bensin.Kesalahpahaman umum lainnya, yang telah dibantah oleh para ahli, adalah bahwa kendaraan listrik kurang aman daripada mobil bertenaga bensin.

Secara struktural dan fisik, kendaraan bermesin pembakaran internal sebenarnya memiliki risiko pembakaran spontan yang lebih tinggi setelah tabrakan.

Ketika sistem bahan bakar rusak, bensin yang bocor dan bersentuhan dengan komponen mesin bersuhu tinggi dapat menyebabkan kebakaran yang langsung dan sangat sulit dipadamkan.

Kesimpulannya, konsumen perlu memiliki perspektif objektif berdasarkan data teknis, bukan terpengaruh oleh tren media sosial. Sebagian besar informasi negatif saat ini merupakan konsekuensi dari persaingan lalu lintas, di mana insiden yang melibatkan produsen mobil besar dibesar-besarkan jauh melampaui kenyataan.

Topik Menarik