Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Tampilan tangguh ala mobil penjelajah kini dipadu dengan kepintaran teknologi elektrifikasi, menjawab rasa waswas pengendara akan jarak tempuh.
Pasar SUV Indonesia makin sesak. Yang terbaru: Jetour T1. Resmi meluncur 3 Juni 2026 lalu di Tangerang.
Bentuknya kotak. Gagah. Kekar. Genrenya disebut Urban Adventure SUV. Desain seperti ini memang sedang tren. Laris manis. Jetour tahu betul itu. Desain T1 ini bahkan sampai diganjar penghargaan bergengsi: Red Dot Design Award 2024.
Tapi sekadar tampang tentu tidak cukup.
Pasar otomotif kita sedang masa transisi. Minat ke mobil listrik sangat tinggi. Tapi kekhawatiran juga tidak kalah tinggi. Khususnya soal jarak tempuh. Apalagi untuk dipakai rute luar kota. Susah cari colokan. Atau, mau ngecas harus ngantri. Jetour membaca ketakutan itu. Maka, mereka bawa dua senjata sekaligus: bensin murni (ICE) dan hybrid pintar (i-DM).
Presiden Direktur PT Jetour Sales Indonesia, Caroline Ling, menyebut ini bagian dari strategi Travel+. "Kami memadu desain tangguh, teknologi hybrid cerdas, dan kenyamanan premium untuk mendukung berbagai gaya hidup konsumen Indonesia," ujarnya.Mari kita bedah mesinnya.Bagi yang masih konvensional, varian ICE murni pakai mesin 1.500 cc TGDI turbo. Tenaganya 170 PS di 5.500 rpm. Torsinya 270 Nm di 2.000-3.500 rpm. Tarikan bawahnya pasti responsif. Cukup galak untuk menyalip atau melibas tanjakan.
Lalu ada varian i-DM. Ini yang canggih.Sistem ini menggabungkan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine dengan transmisi DHT. Mesin bensinnya saja menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm. Ditambah lagi motor listrik bertenaga 204 PS dan torsi 310 Nm. Efisiensi termalnya tembus 44,5 persen. Sangat tinggi untuk kelasnya.
Baterainya? Pakai jenis LFP. Kapasitasnya 18,4 kWh. Sertifikasinya IP68. Aman. Tahan air dan anti debu. Baterai ini juga bisa diisi daya cepat (DC fast charging). Dari 30 ke 80 persen hanya butuh waktu 27 menit. Kalau baterai penuh, mobil bisa melaju murni pakai listrik sejauh 100 kilometer. Itu standar WLTC.
Sistem hybridnya bekerja sangat pintar. Bergerak di bawah kecepatan 70 km/jam? Sistem Pure EV menyala. Macet-macetan di dalam kota jadi sangat hemat.
Lalu, kalau baterai sisa 20 persen? Series Drive otomatis ambil alih. Butuh tenaga ekstra untuk nyalip mendadak? Parallel Drive menggabungkan mesin dan baterai secara bersamaan. Dan kalau lari kencang di atas 100 km/jam? Mesin bensin langsung bekerja memutar roda via Direct Engine Drive. Plus, ada pengereman regeneratif.
"Sistem kami menghadirkan efisiensi dan performa sekaligus. Dalam satu pengalaman seamless dan efisien," ungkap Moch Ranggy Radiansyah, Direktur Marketing Jetour Indonesia.Bodinya bongsor. Panjang 4.705 mm. Lebar 1.967 mm. Tinggi 1.843 mm. Jarak sumbu rodanya 2.800 mm. Kapasitas bagasinya super lega: 1.455 liter. Cukup untuk membawa tenda, koper, sampai sepeda lipat.Bodi bongsor itu dibangun di atas sasis monokok. Sebanyak 80 persen materialnya adalah baja berkekuatan tinggi (high-strength steel). Terbukti tangguh. Mobil ini meraih 5 bintang dalam uji tabrak ASEAN NCAP.
Masuk ke dalam, kabinnya kedap. Sangat kedap. Ada 79 titik peredam suara. Kacanya pakai double-layer acoustic glass di area depan dan belakang. Saat mesin menyala dan mobil diam (idle), kebisingannya di bawah 40 dB. Nyaris tak terdengar.
Urusan visual, Jetour tidak pelit. Head unit ukurannya 12,8 inci. Layar panel instrumen digital 10,25 inci. Sistem audionya didukung 8 speaker. Ada kursi elektrik, dan paddle shift. Enam airbag siaga melindungi di segala sisi.AC-nya Dual Zone. Ada ventilasi kabin otomatis, mode tidur (Nap Mode), 24 Hour Parking AC, sampai sandaran kaki untuk penumpang depan. Khusus varian i-DM, mobil ini bisa jadi genset berjalan. Ada fitur Vehicle-to-Load (V2L) berdaya 3,3 kW. Bisa colok kompor listrik atau lampu tenda saat kamping.
Varian ICE memang minus panoramic sunroof dan beberapa emblem. Peleknya juga sedikit lebih kecil. Tapi tampilannya tetap gagah seutuhnya.Urusan keselamatan, 13 fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) Level 2 hadir merata. Mulai dari Blind Spot Detection, Adaptive Cruise Control, sampai Automatic Emergency Braking. Aman.Jetour ini bukan pabrikan kemarin sore. Berdiri tahun 2018, mereka sudah jualan 2,26 juta unit secara global. Hadir di lebih dari 100 negara. Ekspornya menjangkau 50 negara. Di Indonesia sendiri, mereka sudah lebih dulu membawa model Jetour T2, Dashing, dan X70 Plus.
"Kami ingin memberi kebebasan konsumen untuk memilih teknologi yang paling sesuai dengan gaya hidup mereka," kata Michael Budihardja, Direktur Sales Jetour Indonesia.Pilihan warnanya ada lima: Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White, dan Carbon Crystal Black. Khusus warna eksklusif Electroplated Green, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp 10.000.000.
Lalu, berapa harganya?
T1 ICE dipatok Rp408.000.000. Sedangkan T1 i-DM di angka Rp 558.000.000. Semuanya on the road Jakarta.Tapi, selalu ada harga perkenalan. Untuk 500 pembeli pertama di seluruh Indonesia, T1 ICE didiskon menjadi Rp 388.000.000. Dan varian i-DM turun jadi Rp 538.000.000. Strategi jualan yang menggiurkan.
Mobil gagah, fitur melimpah, harga membumi. Jetour sudah melempar dadu. Kini giliran pasar yang menentukan.
5 Fakta Menarik Jetour T1
Pilihan Mesin Ganda: Tersedia dalam dua pilihan dapur pacu. Mesin konvensional (ICE) 1.500 cc TGDI turbo bertenaga 170 PS (270 Nm), dan mesin hybrid pintar (i-DM) yang memadukan mesin bensin 136 PS (220 Nm) dengan motor listrik 204 PS (310 Nm).Efisiensi dan Pengisian Cepat: Varian i-DM dibekali baterai LFP 18,4 kWh bersertifikasi IP68 (tahan air & debu) dengan efisiensi termal mesin mencapai 44,5. Pengisian daya cepat (DC Fast Charging) dari 30 ke 80 hanya membutuhkan waktu 27 menit.
Kabin Kedap Premium: Menggunakan 79 titik peredam suara dan kaca akustik ganda (double-layer). Tingkat kebisingan kabin saat kondisi diam (idle) diklaim berada di bawah 40 dB.
Keamanan Teruji Global: Rangka dibangun dari 80 baja berkekuatan tinggi (high-strength steel), dibekali 6 airbag, serta 13 fitur ADAS Level 2. Jetour T1 telah mengantongi rating keselamatan 5 bintang dari ASEAN NCAP.
Harga Promosi: Untuk 500 pembeli pertama se-Indonesia, varian termurah (ICE) dibanderol seharga Rp 388.000.000, sementara varian tertinggi (i-DM) ditawarkan di angka Rp 538.000.000 (OTR Jakarta). Harga normal masing-masing adalah Rp 408.000.000 dan Rp 558.000.000.




