Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Laga pembukaPiala Dunia 2026 antaraMeksiko dan Afrika Selatan di Estadio Azteca, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, tidak hanya menyajikan kemenangan tuan rumah dengan skor 2-0. Pertandingan tersebut juga menjadi sorotan karena diwarnai tiga kartu merah yang dikeluarkan wasit Wilton Pereira Sampaio.
Dua pemain Afrika Selatan, Yaya Sithole dan Themba Zwane, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu merah masing-masing pada menit ke-50 dan menit ke-84. Sementara itu, bek Meksiko Cesar Montes turut diusir wasit pada penghujung pertandingan.
Jumlah kartu merah tersebut langsung menarik perhatian publik sepak bola dunia. Pasalnya, pada Piala Dunia 2022 di Qatar hanya ada empat kartu merah sepanjang turnamen. Jumlah yang sama juga terjadi pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
Baca Juga:Korea Selatan vs Ceko: Taeguk Warriors Dijagokan Menang
Kini, baru satu pertandingan dimainkan di Piala Dunia 2026, tetapi tiga kartu merah sudah dikeluarkan. Situasi ini memunculkan pertanyaan: apakah rekor kartu merah terbanyak dalam sejarah Piala Dunia akan kembali terancam?Rekor tersebut masih dipegang Piala Dunia 2006 di Jerman, ketika total 28 kartu merah dikeluarkan sepanjang turnamen. Edisi itu juga dikenang karena insiden legendaris ketika Zinedine Zidane menyundul Marco Materazzi pada final antara Prancis dan Italia di Berlin.
Kontroversi VAR
Kartu merah pertama diberikan kepada Yaya Sithole setelah menjatuhkan Brian Gutierrez yang sedang bergerak bebas menuju gawang. Sementara kartu merah kedua untuk Themba Zwane memicu perdebatan.Wasit mengambil keputusan setelah meninjau tayangan VAR dan menilai Zwane melakukan tindakan kekerasan terhadap Roberto Alvarado. Di sisi lain, kartu merah yang diterima Cesar Montes dianggap sebagai keputusan yang lebih jelas.
Bek Meksiko itu menjatuhkan Khuliso Mudau di luar kotak penalti saat Afrika Selatan mencoba membangun serangan balik. Usai pertandingan, pelatih Afrika Selatan Hugo Broos tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan wasit, khususnya terkait kartu merah yang diterima Zwane.
Baca Juga:Terkenal fanatik, Suporter Argentina Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026
"Kartu merah kedua masih bisa diperdebatkan. Menurut saya, pemain Meksiko justru menghalangi pemain kami. Itu memang keputusan wasit dan kami harus menerimanya, tetapi saya rasa insiden itu terlalu ringan untuk berujung kartu merah," ujar Broos dikutip dari Hindustan Times.
Meski demikian, pelatih asal Belgia tersebut mengakui kartu merah pertama yang diterima Sithole merupakan keputusan yang tepat. "Untuk kartu merah pertama, saya bisa memahaminya. Pemain Meksiko sedang berlari sendirian menuju gawang dan Yaya melakukan pelanggaran. Itu memang kartu merah," tambahnya.
Terlepas dari kontroversi yang terjadi, Meksiko berhasil mengamankan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dan memulai langkah mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Namun, tiga kartu merah dalam satu pertandingan menjadi peringatan bahwa turnamen terbesar dalam sejarah Piala Dunia ini bisa berlangsung lebih panas dan penuh drama dibanding edisi-edisi sebelumnya.










