India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pemerintah India menyampaikan protes keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah kapal tanker minyak yang membawa 24 warga India diserang rudal Amerika di lepas pantai Oman. Serangan ini menyebabkan tiga awak kapal hilang.
Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan tersebut dan menyerukan penurunan ketegangan segera di Selat Hormuz. New Delhi juga memanggil Kuasa Usaha AS Jason Meeks untuk menyampaikan protes.
Baca Juga: Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
MT Settebello, kapal tanker minyak bebendera Palau, membawa 24 orang saat serangan terjadi pada hari Rabu.
Kapal tersebut sempat mengeluarkan panggilan darurat, melaporkan serangan rudal menghantam ruang mesinnya, di area 20 mil laut timur laut Sohar.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan dalam sebuah unggahan di X: "Pesawat AS menembakkan amunisi presisi ke ruang mesin kapal setelah awak kapal berulang kali gagal mematuhi arahan dari pasukan Amerika." CENTCOM tidak mengidentifikasi kapal yang diserang.“Kami mengecam serangan terhadap kapal komersial Settebello di lepas pantai Oman, hari ini,” kata Kementerian Luar Negeri India pada Rabu, yang dilansir Russia Today, Kamis (11/6/2026).“Dari 24 awak kapal India di dalamnya, 21 warga India telah diselamatkan hingga saat ini dan tiga warga India dilaporkan hilang," lanjut kementerian tersebut.
“Insiden serangan yang terus berlanjut terhadap pelayaran di wilayah ini sangat mengkhawatirkan dan merupakan akibat langsung dari konflik yang sedang berlangsung di wilayah itu,” imbuhnya.
Kedutaan Besar India di Oman mengatakan pihaknya memantau situasi. "Dan secara proaktif berkoordinasi dengan otoritas Oman dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung," katanya.
Situs pelacakan kapal Marine Traffic telah mencantumkan tujuan kapal tersebut sebagai Fujairah, Uni Emirat Arab.Ini adalah serangan kedua terhadap kapal komersial dengan awak kapal berkebangsaan India dalam tiga hari terakhir. Pada hari Senin, kapal tanker minyak MT Marivex diserang oleh pasukan AS di selatan Selat Hormuz.
CENTCOM mengatakan bahwa kapal berbendera Palau tersebut sedang melintasi perairan internasional di Teluk Oman menuju Iran ketika menjadi sasaran. "Kapal tersebut berusaha berlayar ke pelabuhan Iran," katanya.
Jalur laut di dalam dan sekitar Selat Hormuz telah menjadi lingkungan yang berbahaya bagi kapal dagang setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Iran telah menutup selat strategis yang dilalui sekitar seperlima energi dunia itu sebelum konflik dimulai, dan Angkatan Laut AS memblokade pelabuhan Iran sebagai balasan.



