Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Bulan Muharam 1448 Hijriah segera tiba. Menjelang pergantian tahun baru Islam, banyak umat Muslim mulai mencari informasi mengenai jadwal puasa sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharam, khususnya Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar.
Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan) dalam Islam. di Tahun 2026 ini, tahun baru Islam itu jatuh pada tanggal 16 Juni 2026. Karena itu, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunnah.
Rasulullah SAW bahkan menyebut puasa di bulan Muharam sebagai puasa sunnah yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharam." (HR Muslim)
Kahitna x Monita Tahalea Bikin Studio Indonesian Idol XIV Pecah, Penonton Kompak Nyanyi Bareng
Kapan Puasa Muharam 2026 Dilaksanakan?
Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Muharam 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharam adalah sebagai berikut:- Puasa Tasu'a (9 Muharam): Rabu, 24 Juni 2026- Puasa Asyura (10 Muharam): Kamis, 25 Juni 2026- Puasa 11 Muharam: Jumat, 26 Juni 2026Meski demikian, penetapan resmi awal Muharam tetap menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat atau otoritas yang berwenang.
Baca juga:Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
Puasa Muharam Berapa Hari?
Puasa Muharam dapat dilaksanakan satu hari, dua hari, atau tiga hari sesuai kemampuan masing-masing Muslim. Para ulama menjelaskan terdapat beberapa tingkatan pelaksanaan puasa pada bulan Muharam.1. Puasa Asyura (10 Muharam)
Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang paling utama di bulan Muharam. Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam dan memiliki keutamaan yang sangat besar.Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Aku berharap kepada Allah agar puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu."Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa Asyura.
2. Puasa Tasu'a (9 Muharam)
Selain berpuasa pada tanggal 10 Muharam, Rasulullah SAW juga berkeinginan melaksanakan puasa pada tanggal 9 Muharam yang dikenal dengan Puasa Tasu'a.Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR Muslim)
Para ulama menjelaskan bahwa puasa tanggal 9 dan 10 Muharam bertujuan untuk membedakan amalan umat Islam dengan tradisi puasa yang dilakukan kaum Yahudi pada hari Asyura.
3. Puasa 9, 10, dan 11 Muharam
Sebagian ulama juga menganjurkan puasa selama tiga hari berturut-turut, yakni tanggal 9, 10, dan 11 Muharam.Pelaksanaan puasa tiga hari ini dinilai lebih sempurna karena selain menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi, juga menjadi bentuk kehati-hatian apabila terjadi perbedaan dalam penetapan awal bulan Muharam.
Baca juga:Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua










