AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz

AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz

Global | sindonews | Kamis, 11 Juni 2026 - 07:15
share

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, unit komando tertinggi militer Iran, telah memerintahkan penutupan total Selat Hormuz, Kamis (11/6/2026). Perintah dikeluarkan tak lama setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan terbaru terhadap negara Islam tersebut.

"Mulai saat ini, karena ketidakamanan di kawasan tersebut, Selat Hormuz dinyatakan tertutup bagi semua kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal dagang, dan setiap lalu lintas akan menjadi sasaran," bunyi pernyataan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak

"Perintah dikeluarkan menyusul tindakan agresi yang terus berlanjut oleh Amerika Serikat yang kriminal dan mengingat dimulainya serangan oleh militer agresif negara tersebut terhadap beberapa wilayah di provinsi selatan Hormozgan," lanjut pernyataan tersebut.

"Klaim oleh Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melintasi selat tersebut ditolak," imbuh markas besar komando Iran.

Dalam peringatan yang tegas, markas besar itu juga menegaskan, "Angkatan Bersenjata Republik Islam akan memberikan tanggapan yang kuat dan tegas terhadap setiap agresi dan tindakan permusuhan oleh militer AS yang agresif dan teroris di kawasan tersebut."Sementara itu, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan terpisah, mengumumkan bahwa pasukannya telah menembak dua kapal yang mencoba menyeberangi jalur perairan Selat Hormuz secara ilegal.

Angkatan Laut IRGC juga mencatat bahwa jalur perairan tersebut akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman. Pendekatan apa pun ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh," katanya.

Iran telah menutup jalur sempit tersebut bagi musuh dan sekutunya sejak 28 Februari, ketika AS dan rezim Israel memulai serangan besar-besaran tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran.

Sekadar diketahui, AS kembali membombardir Iran pada hari kedua berturut-turut, Kamis (11/6/2026), ketika harga minyak dunia melonjak. Harga minyak melonjak di atas USD93 per barel setelah Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan rencana serangan tambahan pada Rabu malam.Serangan diluncurkan ketika Trump berusaha menekan Teheran agar menerima persyaratan perdamaian yang dia ajukan.

Ledakan dan dampak dilaporkan terjadi di seluruh Iran selatan dan tengah beberapa jam setelah Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan Komando Pusat AS atau CENTCOM “akan sibuk malam ini".

“Karena Presiden Trump mengatakan kita akan menyerang Iran dengan keras—dan kita akan melakukannya,” kata Hegseth.

Bos Pentagon itu mengatakan serangan hari kedua ini akan menargetkan fasilitas-fasilitas penting di Iran dan menambahkan bahwa Teheran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan dengan Washington.

Hegseth menolak pertanyaan seorang jurnalis tentang apakah serangan terhadap jembatan dan infrastruktur sipil lainnya di Iran dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

“Itulah tepatnya jenis pertanyaan tidak jujur yang biasa saya terima dari media, yang mempertanyakan motif orang-orang di pihak kami yang sangat profesional dan sangat efektif,” kata Hegseth.

“Kami akan menyerang mereka dengan keras sesuai syarat kami,” imbuh dia, yang dikutip Reuters.

Topik Menarik