IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1

Ekonomi | sindonews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 10:29
share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan Jumat (5/6/2026). Setelah sempat dibuka menguat tipis, indeks berbalik arah dan merosot lebih dari 1 dalam waktu kurang dari 20 menit perdagangan.

IHSG dibuka naik 0,11 ke level 5.846. Namun tekanan jual yang kembali mendominasi pasar membuat indeks turun hingga menyentuh level 5.750 atau melemah 84 poin setara 1,46 dari posisi pembukaan.

Baca Juga:Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan

Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak dalam rentang 5.749 hingga 5.860. Mayoritas saham berada di zona merah dengan 340 saham melemah, 218 saham menguat, dan 154 saham stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp3,71 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 4,49 miliar saham yang berpindah tangan melalui 349 ribu kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut menjadi Rp10.157 triliun.

Pelemahan juga tercermin pada sejumlah indeks utama. Indeks LQ45 turun 0,51 ke level 577, indeks MNC36 melemah 0,40 ke level 254, dan IDX30 terkoreksi 0,56 ke level 326. Adapun indeks Jakarta Islamic Index (JII) masih mampu menguat tipis 0,13 ke level 352.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks bergerak di zona merah. Sektor energi, properti, industri, konsumer siklikal, infrastruktur, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, dan transportasi menjadi penekan utama laju IHSG. Sementara itu, sektor bahan baku dan kesehatan masih mencatatkan penguatan.

Baca Juga:IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25 ke 5.866

Di jajaran saham penguat terbesar, terdapat saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS). Sebaliknya, saham PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER), dan PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) menjadi penghuni daftar saham dengan pelemahan terdalam.

Topik Menarik