Cerita Cynthia Nikita Wibowo, Peraih Medali OIBO 2026 yang Bercita-cita Menjadi Dokter Gigi
Tim siswa dari Indonesia berhasil mendapatkan medali emas di ajang The Open International Biology Olympiad (OIBO) yang digelar di Rusia, 15-22 Mei 2026. Mereka bersaing dengan 100 lebih biologist muda usia 14-18 tahun dari 17 negara.
OIBO merupakan olimpiade biologi internasional modern yang dikembangkan secara dinamis didukung oleh industri profesional di bidangnya. Kompetisi ini bertujuan untuk menarik minat para biologis muda dari berbagai negara untuk meneliti berbagai tantangan biologi dan bioteknologi saat ini.
Bersaing dengan 100 lebih biologist muda usia 14-18 tahun dari 17 negara, tim asal Indonesia berhasil membawa pulang medali emas berkat proyek penelitian berjudul “Zooplankton Spatial Structure and Species Diversity in the Black Sea Coastal Water” yang dinilai langsung oleh tim juri profesional.
Baca juga: Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Salah satu siswa yang tergabung dalam tim adalah Cynthia Nikita Wibowo, siswa SMAK Penabur Kota Tangerang yang berhasil membawa pulang dua medali untuk Indonesia.Diketahui, Cynthia bersama lima biologist muda lainnya yang tergabung dalam Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI) berhasil mendapatkan medali emas, sedangkan untuk kompetisi individu berhasil meraih medali perak.
“Babak kompetisi berlangsung selama tiga hari di gedung Sirius Educational Centre dan Sirius University. Setiap harinya ada tes teori, praktikum, dan proyek grup.” ujar Cynthia, melalui siaran pers, Sabtu (30/5/2026).
“Saat mengerjakan soal teori dan praktikum, tipe yang diujikan cukup berbeda dengan yang biasanya diajarkan saat pembinaan sehingga saya sempat merasa bingung saat mengerjakan soal. Untuk itu, saya meminta pertolongan Tuhan saat ujian agar saya bisa berpikir jernih dan logis dalam menjawab soal tersebut," katanya.
"Puji Tuhan, saya dapat memecahkan beberapa soal setelah berusaha memecahkannya berulang kali. Tak hanya itu, jumlah soal yang diberikan sangat banyak dengan waktu yang terbatas sehingga saya harus membagi waktu dengan baik agar bisa menyelesaikannya.” ungkap Cynthia.
Cynthia merasa senang, terharu, dan bangga dapat membawa pulang dua medali untuk Indonesia.“Saya tidak pernah membayangkan dapat mengikuti kompetisi internasional, bahkan berdiri di atas panggung di hadapan ratusan orang untuk menerima medali. Saya merasa bahwa usaha selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Pencapaian ini tentu tak lepas dari dukungan orang tua, sekolah, dan TOBI," tuturnya.
Suka Biologi Sejak Kelas 5 SD
Sejak kelas 5 SD, Cynthia sudah tertarik dengan Biologi. Ia senang ketika mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana hal-hal disekitar bekerja, terutama mengenai makhluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia.“Saya pun dapat lebih mengagumi keagungan Tuhan dalam menciptakan makhluk hidup dengan kekompleksan dan keistimewaannya masing-masing dari sisi biologis, mulai dari manusia hingga makhluk-makhluk hidup kecil yang terkadang tidak kita anggap penting, seperti serangga hingga bakteri.” ujar Cynthia.
Berkat dukungan guru di sekolah, Cynthia pertama kali mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA di kelas 5 SD dan semakin mendalami ilmu biologi di kelas 9 SMP agar bisa mengikuti OSN jenjang SMA.
“Saya mulai mempelajari biologi dari berbagai sumber, mulai dari buku referensi seperti Campbell dan Sherwood, media sosial, dan juga melalui pembinaan biologi secara daring. Selain itu, saya juga aktif mengasah kemampuan saya dengan mengerjakan berbagai soal-soal biologi dari OSN dan IBO.” ungkap Cynthia.
Langkah Cynthia untuk mengikuti OSN bidang Biologi pun terwujud di tahun 2025 dan berhasil meraih medali perak. Dari situ, Ia berkesempatan mengikuti Seleksi Terbuka Olimpiade Biologi Nasional (SELOM) dan akhirnya tergabung dalam TOBI.“Untuk tergabung dalam TOBI, sebelumnya saya diundang mengikuti SELOM untuk mendapatkan 15 peserta terbaik dari sekitar 250 peserta berusia 14-18 tahun. Saya berhasil terpilih dan kembali diseleksi lagi untuk mendapatkan 6 peserta terbaik mewakili Indonesia sebagai tim nasional melalui pelatnas 1 yang diadakan secara daring selama 2 minggu pada bulan Maret.” cerita Cynthia.
Persiapan Menuju Juara
Berhasil tergabung dalam TOBI, Cynthia berkesempatan mengikuti OIBO 2026 dan mulai mempersiapkan diri selama tiga bulan mulai dari bulan Februari hingga bulan April 2026.“Saya mengikuti pembinaan praktikum secara luring di Bandung untuk mempelajari alat-alat laboratorium seperti mikroskop, mikropipet, spektrofotometer, elektroforesis, dan lain-lain. Selain itu, saya juga mengikuti pembinaan teori secara daring untuk membahas soal-soal olimpiade dan mempelajari materi baru. Saya juga melakukan persiapan mandiri dengan mengerjakan latihan soal dan mereview kembali materi yang sudah diajarkan.” tutur Cynthia.
Guru-guru di sekolah turut membantu Cynthia selama proses persiapan dengan memberikan materi biologi yang perlu dipelajari untuk kompetisi, memberikan informasi mengenai pelatihan untuk terus mengasah kemampuannya, dan senantiasa memberikan dukungan emosional sebagai penguatan diri.
Sibuk mempersiapkan diri untuk kompetisi, Cynthia tetap menyempatkan diri untuk aktif di sekolah, seperti mengikuti organisasi PMR dan menjadi pengajar Science Club Biologi.
Diterima di FKG UI Jalur SNBP
Bercita-cita berkarir sebagai dokter gigi, Cynthia akan melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (UI).“Puji Tuhan, saya berhasil diterima di UI jalur SNBP. Melalui pemilihan jurusan ini, ilmu biologi yang telah saya pelajari dapat dikembangkan lebih lanjut ke arah praktik medis sehingga bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat secara nyata terkait kesehatan gigi.” harap Cynthia.
Cynthia turut memberikan pesan kepada teman-teman yang ingin mendalami Biologi di masa SMA bahkan bisa berprestasi,“Untuk teman-teman yang ingin belajar biologi, cobalah untuk terus mengaitkan pembelajaran yang kalian dapatkan dengan contoh nyata di kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kalian dapat memahami langsung makna sesungguhnya dari mempelajari biologi sehingga prosesnya terasa lebih nyata serta menyenangkan untuk dipelajari.” ujarnya.










