Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal

Prabowo Salat Iduladha di Paris, Menag: Tetap Ikuti Perkembangan di Istiqlal

Nasional | sindonews | Rabu, 27 Mei 2026 - 12:41
share

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tak bisa merayakan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Indonesia karena adanya tugas kenegaraan. Ia menyebut, KBRI Paris akan menyiapkan tempat pelaksanaan Salat Iduladha untuk Presiden Prabowo.

"Jadi Bapak Presiden itu menjalankan tugas kenegaraan di luar negeri, di Paris ya. Kami juga mendapatkan laporan di sana juga sudah dipersiapkan ya, beliau akan salat di mana ya, saya yakin di KBRI insyaallah, KBRI juga sudah mempersiapkan," kata Nasaruddin kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Meski sedang menjalankan tugas di Paris, Presiden Prabowo tetap memantau pelaksanaan Iduladha di Masjid Istiqlal, termasuk kegiatan kurban. Hal ini diketahui setelah Menag berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) yaitu Teddy Indra Wijaya yang ikut mendampingi Presiden Prabowo di Paris.

Baca Juga: Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam

"Pak Presiden juga mengikuti perkembangan kita kok di Istiqlal. Buktinya, kami juga komunikasi dengan Pak Menseskab dan sebagainya di situ semua," ucapnya.Ribuan jemaah dari berbagai kalangan memadati area masjid Istiqlal sejak Subuh. Mereka mendatangi Masjid Istiqlal untuk menunaikan Salat Id berjemaah.

Tampak Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka beserta Selvi Gibran Rakabuming dan kedua putra-putrinya turut melaksanakan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal.

Pelaksanaan Salat Iduladha dimulai tepat pukul 07.00 WIB dengan imam Anshoruddin Ibrahim. Sementara, khotbah Iduladha disampaikan oleh Hamdan Juhannis, Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Tema khutbah adalah "Meneguhkan Spirit Kurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan".

Dalam khotbahnya, Hamdan menekankan bahwa Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan tanggung jawab menjaga lingkungan hidup. "Spirit Kurban sejatinya harus melampaui batas-batas simbolik," kata Hamdan.

Hamdan mengajak umat Islam menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama dan lingkungan sekitar. "Hidup yang secara paripurna berdampak adalah seperti pohon. Ia tidak pernah memakan buahnya sendiri, tapi memberi tanpa henti. Ia tidak memilih siapa yang berteduh, tapi tetap berdiri memberi naungan," tuturnya.

Topik Menarik