Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026

Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026

Olahraga | sindonews | Selasa, 26 Mei 2026 - 17:58
share

Jakarta Pro Cycling Team sukses mengharumkan nama Indonesia di panggung balap sepeda internasional. Lewat perjuangan dramatis, dua pembalap andalan mereka, Dimas Nur Fadhil Rizqi dan Rohman, berhasil mengawinkan gelar juara umum (General Classification) dan raja tanjakan (King of Mountain) pada edisi ke-26 Tour de Algerie Cycliste (TAC) 2026 di Aljazair.

Pencapaian ganda ini langsung dicatat sebagai salah satu tonggak sejarah paling gemilang dalam dunia balap sepeda Tanah Air. Tour de Algérie 2026 bukanlah kompetisi yang mudah.

Berlangsung ketat sepanjang 10 etape, balapan ini menempuh total jarak sejauh 1.697 kilometer, membentang dari wilayah Oran hingga Tizi Ouzou. Sejak awal, kompetisi didominasi oleh pembalap asal Belgia, Yorben Lauryssen (Tarteletto-Isorex), yang kokoh memegang Maillot Jaune (jersey kuning) selama delapan etape pertama. Namun, peta persaingan berubah total pada etape ke-9.

Jalur ekstrem dari Hammam Righa menuju Jebel Chrea, sebuah rute pendakian menyiksa dengan ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, menjadi panggung pembuktian bagi skuad Indonesia.

Dimas Nur Fadhil Rizqi melakukan aksi memukau dengan merangsek ke posisi puncak klasemen umum, menggusur dominasi Lauryssen. Posisi puncak tersebut berhasil dipertahankan Dimas hingga etape pemungkas.Dimas resmi dinobatkan sebagai juara umum Tour de Algérie 2026, memaksa Vainqueur Masengesho dan Anatolii Budiak puas berdiri di podium bawahnya.

Sensasi Remaja 19 Tahun dan Sepeda Lokal

Tak hanya membawa pulang trofi utama, Dimas yang baru berusia 19 tahun ini juga menyabet White Jersey (jersey putih) sebagai pembalap muda terbaik. Menunggangi sepeda Polygon Helios sepanjang balapan, ia membuktikan bahwa produk lokal dan talenta muda Indonesia mampu berbicara banyak di level UCI Tour.

"Ini adalah white jersey pertama saya selama berlomba di UCI Tour, tentunya sangat berarti buat saya. Ini mungkin akan menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan di tahun 2026. Untuk target berikutnya, saya ingin mendapatkan yellow jersey juga," ujar Dimas optimis, Selasa (26/5/2026).

Performa tidak kalah heroik ditunjukkan oleh Rohman. Konsisten menaklukkan medan-medan berat Aljazair, ia sukses mengunci gelar bergengsi King of Mountain (KOM) dan berhak atas Polka-dot Jersey.

Persaingan di sektor tanjakan ini berlangsung sangat sengit. Dikepung oleh rider-rider tangguh asal Jerman dan Belgia, Rohman menunjukkan mental baja dan berhasil unggul tipis dengan selisih dua poin di puncak klasemen gunung.

Menatap Emas Asian Games 2026

Prestasi internasional Rohman ini merupakan kelanjutan dari dominasi domestiknya. Pada tahun 2025 lalu, ia adalah Juara Nasional Individual Road Race dan peraih medali perak beregu di SEA Games Thailand.

Kini, bidikan Rohman langsung beralih ke target yang lebih besar: mempertahankan gelar nasional dan membidik emas di nomor Individual Time Trial (ITT) pada Asian Games, September 2026 mendatang. "Alhamdulillah sangat senang, tapi kemenangan ini belum membuat saya puas. Tidak ada kata stop untuk berprestasi setinggi-tingginya. Saya ingin meraih gold medal di ITT Asian Games. Pesaingnya sangatlah berat, tetapi dengan usaha dan doa, insyaallah bisa," tutur Rohman penuh keyakinan.

Topik Menarik