India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan

India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan

Ekonomi | sindonews | Selasa, 26 Mei 2026 - 08:35
share

Sebuah anomali mengejutkan sedang terjadi di pasar energi Asia. Di saat harga minyak mentah dunia mulai mendingin dan merosot ke bawah level psikologis USD100 per barel, Pemerintah India justru resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar untuk keempat kalinya hanya dalam waktu dua pekan terakhir.

Langkah drastis ini langsung memicu gelombang kekhawatiran massal di kalangan masyarakat dan pelaku usaha. Sebagai negara importir minyak terbesar ketiga di dunia, keputusan India ini menjadi sinyal kuat bahwa efek domino perang di Timur Tengah masih jauh dari kata selesai.

Gelombang kenaikan harga ini dimulai pada pertengahan Mei 2026, ketika perusahaan kilang minyak pelat merah India -termasuk Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Hindustan Petroleum- kompak mengerek harga eceran sebesar 3. Itu merupakan kenaikan harga BBM pertama yang dilakukan India dalam empat tahun terakhir.

Baca Juga: Harga BBM di India Melonjak Tajam, Naik Tiga Kali dalam Delapan Hari

Namun tidak berhenti di situ. Berdasarkan laporan Reuters, skema kenaikan beruntun dalam dua pekan ini membuat total kenaikan akumulatif per bulan ini telah menembus 8,6 untuk solar dan 7,8 untuk bensin.

Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri mengungkapkan, bahwa meskipun India memiliki cadangan energi yang cukup untuk mengatasi gangguan jangka pendek, perusahaan kilang negara terus menderita kerugian harian cukup masif akibat perang Iran. Menurut data NDTV Profit, empat kali kenaikan harga yang dilakukan sejauh ini baru mampu menutup sekitar 44 dari total kerugian yang dialami perusahaan akibat lonjakan harga minyak mentah dunia sebelumnya.

Mengapa Harga BBM India Malah Naik Saat Minyak Dunia Turun?

Secara psikologis, masyarakat dunia -termasuk di Indonesia- mungkin bingung melihat kebijakan ini. Namun para analis merinci tiga alasan utama di balik keputusan nekat New Delhi.

Kemungkinan apa yang terjadi di India merupakan efek puasa harga selama 4 tahun. Pemerintah India sempat membekukan (mematok) harga eceran BBM domestik selama empat tahun berturut-turut demi stabilitas politik, bahkan saat harga minyak dunia sempat terbang tinggi.

Baca Juga: BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini

Akibatnya, perusahaan migas negara menanggung beban utang kelolaan yang sangat besar dan kini harus segera dipulihkan (recovery). Ditambah ketergantungan impor yang akut, dimana India menggantungkan 85 kebutuhan minyak mentahnya dari impor luar negeri. Hal ini membuat ruang fiskal mereka sangat rapuh terhadap gangguan logistik di Selat Hormuz.Selanjutnya analis memperkirakan kebijakan menaikkan harga BBM sebagai penyelamatan Cadangan Devisa (Forex). Pemerintah India saat ini tengah berjuang merancang langkah fiskal darurat demi membentengi cadangan devisa negara agar tidak terkuras habis untuk membeli minyak mentah yang harganya fluktuatif akibat perang.

Modi Serukan WFH dan Hemat Energi

Saking gentingnya situasi, Perdana Menteri Narendra Modi sampai harus turun tangan langsung menyerukan gerakan penghematan bahan bakar nasional. PM Modi mengimbau warga India untuk beralih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi.

Selain itu, Modi juga meminta perusahaan-perusahaan untuk kembali menerapkan sistem bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) guna menekan konsumsi bahan bakar nasional.

Sekretaris Perminyakan India, Sujata Sharma memastikan bahwa meskipun jalur impor terdampak krisis Timur Tengah, pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memastikan pasokan produk minyak bumi tetap lancar di masyarakat.

Topik Menarik