Revitalisasi Sekolah 2026 Sasar Wilayah 3T, Terdampak Bencana, dan Rusak Berat

Revitalisasi Sekolah 2026 Sasar Wilayah 3T, Terdampak Bencana, dan Rusak Berat

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:13
share

Program revitalisasi satuan pendidikan akan kembali dilanjutkan pada 2026. Revitalisasi sekolah ini akan fokus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), wilayah terdampak bencana, serta sekolah dengan kondisi rusak berat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui pembanggunan infrastruktur pendidikan yang lebih merata.

Baca juga: Mendikdasmen Tinjau Kelas Darurat dan Ajar Langsung Siswa di SMPN 22 Takengon Pascabencana

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Yudhistira Nugraha, dalam Forum Komunikasi Publik bertema “Kolaborasi Strategis dalam Meningkatkan Akses dan Kualitas Pendidikan Dasar dan Menengah” di Kantor BBPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Sabtu (23/5/2026), melalui Zoom.

Menurut Yudhistira, pendidikan bermutu tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat secara luas atau partisipasi semesta.Baca juga: 51 Rumah dan Sekolah di Cilincing Rusak Imbas Diterjang Angin Kencang

“Untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, pendidikan tidak bisa hanya cukup dibangun dengan kebijakan. Pendidikan itu harus dibangun dengan partisipasi semesta atau masyarakat,” ujarnya.

Yudhistira menjelaskan, salah satu pendekatan utama yang dilakukan Kemendikdasmen adalah penguatan physical infrastructure atau infrastruktur fisik pendidikan melalui revitalisasi satuan pendidikan.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025 sebanyak 16.167 satuan pendidikan tlah direnovasi dan direvitalisasi oleh pemerintah. Program tersebut akan terus berlanjut pada 2026 dengan sasaran yang lebih spesifik.

“Revitalisasi tahun 2025 sudah dilakukan, nanti 2026 akan berlanjut. Dan tentunya difokuskan kepada daerah 3T, daerah yang berdampak bencana dan juga sekolah rusak berat,” kata Yudhistira.Selain revitalisasi sekolah, pemerintah juga melakukan digitalisasi pembelajaran melalui distribusi panel interaktif ke sekitar 200 ribu satuan pendidikan.

Menurutnya, ruang kelas kini mengalami perubahan signifikan karena pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada papan tulis, tetapi semakin interaktif dengan dukungan teknologi pendidikan.

“Tapi pembelajaran itu menjadi lebih interaktif melalui pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga menyediakan infrastruktur dasar seperti internet, platform pembelajaran digital, Rumah Pendidikan, hingga berbagai konten interaktif untuk mendukung proses belajar mengajar.

Tidak hanya itu, pelatihan guru juga terus dilakukan agar pemanfaatan teknologi pendidikan dapat berjalan optimal di sekolah.Selain penguatan infrastruktur fisik, Kemendikdasmen juga menerapkan pendekatan pedagogical infrastructure atau infrastruktur pedagogi melalui pembelajaran mendalam atau deep learning.

Menurut Yudhistira, pemerintah tidak melakukan perubahan kurikulum secara besar-besaran, melainkan memperkuat pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna bagi siswa.

“Kurikulum bisa menggunakan Kurikulum Merdeka, Kurikulum K13 dan sebagainya. Tapi pendekatan yang didorong adalah pendekatan pembelajaran dalam atau deep learning,” katanya.

Ia menjelaskan, konsep deep learning mendorong guru untuk membuat siswa mencintai proses belajar melalui kesadaran dan keterlibatan penuh dalam pembelajaran.

Kemendikdasmen juga memperkuat culture infrastructure atau budaya sekolah melalui program budaya sekolah aman dan nyaman.Yudhistira mengatakan, sekolah harus menjadi tempat yang aman secara fisik, nyaman secara psikologis, sehat secara sosial, serta aman secara mental bagi peserta didik.

“Tidak boleh ada anak takut datang sekolah kembali,” tegasnya.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin memastikan seluruh siswa dapat tumbuh dan belajar di lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.

Topik Menarik