Aniaya Aktivis Global Sumud Flotilla, Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif: Dunia Harus Beri Sanksi ke Israel

Aniaya Aktivis Global Sumud Flotilla, Pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif: Dunia Harus Beri Sanksi ke Israel

Nasional | sindonews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:45
share

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan aparat keamanan telah memperlakukan 428 aktivis kemanusiaan pro-Palestina dari berbagai negara yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) secara tidak manusiawi. Mereka ditangkap di perairan internasional menuju Gaza saat menembus blokade militer Zionis Israel pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ben-Gvir dengan sengaja mengunggah video yang memperlihatkan aparat keamanan Israel memaksa anggota Flotilla yang ditahan untuk berlutut menghadap ke bawah dengan tangan terikat. Ben-Gvir sendiri terlihat dalam rekaman tersebut sambil mengibarkan bendera Israel dan melontarkan pernyataan provokatif kepada para aktivis.

Baca juga: 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Dipukul hingga Disetrum Israel, DPR: Melewati Batas Kepantasan dan Kemanusiaan

Para aktivis mengaku ditawan, disiksa hingga dilecehkan, dan saat ini mereka telah dibebaskan, termasuk 9 WNI. Dalam hukum humaniter internasional, misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla adalah sipil yang harus dilindungi. Dilarang keras diserang, diintimidasi, atau dijadikan tawanan. Bahkan dalam konvensi Jenewa, misi kemanusiaan harus diizinkan.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ma’arif Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam mengecam tindakan Israel tersebut. Menurut Gus Salam, dunia harus memberikan sanksi kepada Israel.

“Aspek kemanusiaan harus diutamakan dari ketentuan dan batasan yang wajib dilakukan seseorang. Ketika sedang menjalankan salat wajib saja boleh dibatalkan, bahkan wajib dibatalkan bila kondisi darurat untuk menyelamatkan manusia,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Gus Salam meragukan zionis Israel mau mengubah dirinya untuk tunduk dan patuh pada hukum internasional. Baginya, kepribadian bangsa yahudi dan karakter zionis Israel dibentuk untuk merusak tatanan internansional. Mereka tidak mengenal nilai dan norma kemanusiaan. Yang mereka kenal hanya berkuasa dan menguasai yang lain.

Baca juga: 9 WNI yang Ditahan Israel Alami Kekerasan Ditendang, Dipukul, hingga Disetrum“Susahnya mengubah watak yahudi, terlebih dengan politik zionis membentuk Israel Raya. Itu kalau tidak dihentikan, krisis kemanusian akan terus terjadi di Asia Barat atau Timur Tengah,” ungkapnya.

Di zaman Mesir kuno, keturunan Yahuda, disebut Yahudi, rata?rata berotak cerdas tapi sebagian besar berwatak buruk; kikir, sombong, keduniaan, berkeinginan menguasai bangsa lain, ashabiyah (fanatis), kejam, dan sebagainya.Apalagi, Asia Barat dan Timur Tengah yang dikenal kaya sumber daya alam terutama minyak dan gas bumi diperebutkan oleh para kapitalis di benua Amerika dan Eropa. Maka, zionis Israel digunakan sebagai boneka (proxy) sekaligus diuntungkan oleh kapitalis dua benua itu untuk mengontrol Timur Tengah agar tetap menjadi mitra tidak setara.

Bagi Gus Salam, sosok Benyamin Netanyahu dan Itamar Ben-Gvir adalah gambaran pemimpin zionis yang menyadari keuntungan Israel menjadi proxy Amerika Serikat dan Eropa. Keduanya, seperti pemimpin zionis Israel lainnya menjadi angkuh, tidak mau diajak bicara kecuali menguntungkan atau menjadi jalan untuk melancarkan kepentingan zionis.

“Kalau seperti itu, korban manusia dan krisis kemanusiaan di Gaza, Yerusalem, Tepi Barat, Lebanon, Suriah dan negara lain di Timur Tengah, tidak pernah berhenti dan aktivis kemanusiaan dunia dengan misi memberikan bantuan untuk para korban konflik bersenjata akan terus dihadang, diusir dan dipelakukan tidak mansiawi,” ucapnya.

Untuk itu, menurut Gus Salam, dunia harus terus memberi tekanan dan sanksi kepada zionis Israrel. Bila melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa karena veto AS, Prancis, Inggris atau negara pemilik hak veto, maka setiap negara yang peduli terhadap kemanusiaan dapat memberi tekanan dan sanksi melalui kebijakan politik negara masing-masing.

“Bila negara tidak bisa, maka kelompok atau organisasi masyarakat sipil di dunia bisa secara mandiri atau berjejaring melakukan seruan moral untuk menekan dan memberi sanksi terhadap zionis Israel. Bentuknya macam-macam, termasuk boikot terhadap segala produk dari atau terafiliasi dengan kepentingan ekonomi dan politik zionis Israel,” tambahnya.

Gus Salam menambahkan, dunia harus memberi pelajaran kepada zionis Israel agar menghormati keteraturan dan ketertiban untuk hidup dalam pengaturan bersama. Terutama dalam menjaga dan melindungi perdamaian serta aspek kemanusiaan.

“Terlalu naif mengandalkan dialog dengan zionis Israel. Sebaliknya, sikap dan tindakan nyata diperlukan untuk menghentikan kekejaman Israel,” tegasnya.

Topik Menarik