Bak Gergaji Mesin Politik, Uang Yahudi Jadi Pembabat Para Politisi AS Anti-Israel
Komentator neokonservatif terkemuka dan pembela setia Israel, John Podhoretz, telah mengubah kekalahan anggota Kongres petahana Amerika Serikat (AS) Thomas Massie menjadi peringatan bagi setiap kandidat yang menantang lobi pro-Israel. Dia menyatakan bahwa "uang Yahudi" harus digunakan secara terbuka untuk memaksa politisi tersebut melewati "gergaji mesin" politik.
Dalam sebuah pertemuan, Podhoretz merayakan peran "uang Yahudi" dalam kekalahan Massie pada pemilihan pendahuluan (primary election) Partai Republik untuk Distrik Kongres ke-4 Kentucky. Dia mengeluarkan pernyataan yang dianggap sebagai ancaman langsung kepada politisi lain yang menantang pengaruh Israel dalam politik Amerika.
Baca Juga: AS Habiskan 200 Rudal THAAD untuk Bela Israel dari Serangan Iran, Sekutu Arabnya Diabaikan
Massie, salah satu politisi Partai Republik yang mengkritik keras bantuan AS kepada Israel dan keterlibatan Washington dalam perang Israel melawan Iran. Dia kalah dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik di Kentucky dari mantan anggota Navy SEAL yang didukung Presiden Donald Trump, Ed Gallrein.
Gallrein atas Massie dengan perolehan suara 54,9 persen berbanding 45,1 persen, setelah pemilihan yang didominasi oleh serangan verbal Trump, pengeluaran pro-Israel, dan tekanan dari luar.Pemilihan tersebut menjadi pemilihan pendahuluan Kongres termahal dalam sejarah AS, dengan pengeluaran iklan mencapai lebih dari USD32 juta.
Komite Urusan Publik Amerika-Israel (AIPAC), super PAC-nya; United Democracy Project, dan Republican Jewish Coalition Victory Fund menghabiskan lebih dari USD9 juta untuk mengalahkan Massie, sementara donor Republik pro-Israel terkemuka lainnya menggelontorkan jutaan dolar ke super PAC yang bersekutu dengan Trump yang mendukung Gallrein.
Setelah kekalahan Massie, Podhoretz menggambarkan hasil tersebut sebagai bukti bahwa para donatur politik Yahudi akan secara terbuka menggunakan kekuatan finansial mereka melawan kandidat yang dia gambarkan sebagai anti-Semit.
“Kita harus menggunakan sarana yang kita miliki,” katanya. “Dan menurut pandangan saya, saya akan mengatakannya, itu adalah uang Yahudi," katanya lagi, seperti dikutip dari Politico, Jumat (22/5/2026).
Komentator pro-Israel tersebut mengutip statistik untuk menggarisbawahi pengaruh yang tidak proporsional dari para donatur Yahudi dalam kehidupan publik Amerika. “Orang Yahudi membentuk 2 persen dari populasi,” katanya. “Menurut beberapa studi, orang Yahudi menyumbang 20 persen dari sumbangan amal yang diberikan di Amerika Serikat setiap tahunnya. Itu berarti sepuluh kali lipat. Pikirkan tentang itu. Pikirkan tentang ketidakseimbangan itu," paparnya.
Menurut Podhoretz, pola yang sama berlaku untuk politik, dengan mengatakan bahwa itu “cukup mirip juga", sebelum berpendapat bahwa para donatur memberikan uang karena mereka “ingin memengaruhi pemilihan untuk memilih orang-orang yang mencerminkan pandangan mereka.”
Podhoretz menyatakan bahwa kandidat yang dituduh anti-Semitisme harus memahami bahwa “mereka harus melewati gergaji mesin” sebelum menjabat.
Dia juga mengatakan bahwa para donor pro-Israel akan “mengungkapkan siapa mereka", “mencari tahu apa yang dapat kita temukan tentang mereka, yang akan merugikan mereka” dan melakukan “apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah mereka menjabat.”
Pernyataan tersebut kemungkinan akan dilihat oleh banyak orang bukan hanya sebagai perayaan kekalahan Massie, tetapi juga sebagai peringatan yang lebih luas kepada para kritikus Israel di kedua partai utama AS, yakni Partai Republik dan Partai Demokrat. Kerangka berpikirnya bergantung pada taktik yang semakin umum yaitu menyamakan penentangan terhadap kebijakan negara Israel dengan anti-Semitisme, sebuah strategi yang menurut banyak orang digunakan untuk mendelegitimasi kritik terhadap pendudukan ilegal Israel, sistem apartheid, dan genosida di Gaza.
Pemilihan di Kentucky telah secara terbuka dibingkai oleh tokoh-tokoh pro-Israel sebagai peringatan kepada para pembuat undang-undang.
Gabe Groisman, mantan anggota dewan dan donatur Republican Jewish Coalition, mengatakan kepada Politico bahwa menggulingkan Massie adalah "penting" dan bahwa "sangat penting untuk membangun dan mempertahankan tembok" agar suara-suara yang mengkritik Israel tetap menjadi "suara dari luar dan bukan suara dari dalam di ruang sidang yang membuat kebijakan dan memengaruhi kebijakan di Washington".
Kekalahan Massie mengikuti pola yang sudah dikenal. Pada tahun 2024, sayap pengeluaran AIPAC membantu mengalahkan anggota Kongres New York Jamaal Bowman, yang telah menuduh Israel melakukan genosida dan mengkritik dukungan Washington untuk Tel Aviv. Pemilihan tersebut, yang juga digambarkan sebagai pemilihan pendahuluan Kongres termahal dalam sejarah AS pada saat itu, menyaksikan AIPAC dan kelompok-kelompok sekutunya menghabiskan hampir USD25 juta untuk menggulingkan Bowman.







