Film Suamiku Lukaku, Kisah KDRT dalam Drama Menyesakkan

Film Suamiku Lukaku, Kisah KDRT dalam Drama Menyesakkan

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:04
share

Lampu bioskop meredup ketika wajah Amina muncul dengan mata penuh ketakutan. Senyum suaminya terlihat hangat di depan banyak orang yang memujanya setiap hari. Namun, pintu rumah tertutup menghadirkan sisi lain yang jauh lebih mengerikan dan sunyi.

Tangisan anak kecil terdengar lirih di tengah pertengkaran yang terus berulang setiap malam. Film Suamiku Lukaku menghadirkan potret relasi toxic yang terasa sangat dekat.

Film ini mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga dan relasi yang sering tersembunyi. Rangkaian kegiatan digelar SinemArt melalui psychology talkshow dan public discussion di berbagai daerah Indonesia.

Program goes to campus juga dilakukan untuk membuka percakapan bersama kalangan mahasiswa muda. Selain itu, gerakan #memecahkankesunyian hadir serentak saat Car Free Day di lima kota. Kampanye tersebut mengajak masyarakat lebih berani melihat dan mendengar kekerasan di sekitar mereka.

Executive Producer Suamiku Lukaku, David Suwarto, menyebut film ini membawa pesan kemanusiaan mendalam. Menurutnya, banyak korban kekerasan hidup dalam ketakutan dan merasa benar-benar sendirian setiap hari. Lingkungan sekitar sering memilih diam meski melihat penderitaan korban secara perlahan terus berlangsung. “Diam bukan lagi jawaban bagi korban kekerasan,” ujar David. Karena itu, film ini diharapkan membuka ruang keberanian untuk bersuara dan mencari bantuan. Selain menghadirkan cerita emosional, film ini ingin membangkitkan kepedulian publik terhadap korban.

Film ini disutradarai Ssharad Sharaan bersama Viva Westi dengan naskah Titien Wattimena. Cerita berpusat pada Amina yang diperankan aktris Acha Septriasa dengan penuh emosi mendalam. Amina hidup bersama Irfan yang dimainkan Baim Wong sebagai motivator publik terkenal.

Di depan masyarakat, Irfan terlihat baik, santun, dan sangat dihormati oleh banyak orang. Namun, kehidupan rumah mereka dipenuhi tekanan emosional dan kekerasan yang terus memburuk. Saat kondisi sang anak, Nadia, memburuk, Amina akhirnya menghadapi pilihan terbesar dalam hidupnya.

Produser sekaligus sutradara Ssharad Sharaan menyebut cerita ini lahir dari kenyataan sehari-hari. Menurutnya, kekerasan tidak selalu berbentuk luka fisik yang tampak jelas di tubuh korban. Tekanan, ancaman, dan kontrol berlebihan justru sering menghancurkan korban secara perlahan dari dalam. Bahkan, banyak korban merasa semakin terpuruk ketika tak ada yang percaya cerita mereka. “Keberanian bersuara bisa menjadi awal perubahan,” ujar Ssharad Sharaan.

Bagi Acha Septriasa, karakter Amina menghadirkan pengalaman batin yang sangat menguras emosi. Karakter tersebut membuatnya memahami kompleksitas korban kekerasan dalam sebuah hubungan rumah tangga. Banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka tetapi takut menghadapi tekanan sosial di sekitarnya. Selain itu, korban sering berharap pasangan mereka suatu hari berubah menjadi lebih baik. “Keberanian sekecil apa pun tetap berarti,” ungkap Acha mengenai karakter yang dimainkannya. Melalui Amina, penonton diajak memahami perjuangan ibu melindungi dirinya dan anaknya.

Sementara itu, Baim Wong memerankan Irfan dengan sisi manipulatif yang terasa sangat realistis. Karakter Irfan digambarkan normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang dalam kehidupan sosialnya.

Namun, wajah berbeda muncul ketika ia berada di balik pintu rumah bersama keluarganya. Baim Wong menilai kondisi tersebut sering terjadi dalam kehidupan nyata masyarakat modern saat ini. “Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang,” ujar Baim.

Film Suamiku Lukaku terinspirasi realitas satu dari empat perempuan Indonesia mengalami kekerasan relasi. Kehadiran Zahra yang diperankan Raline Shah membawa secercah harapan bagi kehidupan Amina. Zahra digambarkan sebagai pengacara pemberani yang memperjuangkan hak perempuan korban kekerasan rumah tangga.

Selain cerita emosional, film ini diperkuat lagu Aku Bangkit dari Kris Dayanti. Versi ballad lagu tersebut juga dibawakan penyanyi Korea Selatan, Chae Yeon, dengan nuansa pilu. Suamiku Lukaku akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.

Topik Menarik