Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa UNJ Dorong Guru SD Produktif Menulis Karya Ilmiah

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 19 Mei 2026 - 15:17
share

Tim dosen Program Studi S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) bersama dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kemitraan Pemda dan Instansi Pendidikan di SDN Bukit Duri 05, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada pendampingan penulisan artikel ilmiah bagi guru agar mampu menghasilkan publikasi yang memenuhi standar jurnal terakreditasi SINTA. Program ini juga menjadi bentuk upaya dalam meningkatkan profesionalisme guru sekolah dasar.

Inisiatif atas program ini lahir dari hasil analisis yang menunjukkan masih rendahnya produktivitas guru dalam menulis karya ilmiah dan mempublikasikan hasil penelitian baik praktik maupun pembelajaran. Padahal, berbagai pengalaman guru dalam menyelesaikan persoalan di kelas lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan jika didokumentasikan dan dipublikasikan secara ilmiah.

Baca juga: UPN Veteran Jakarta Perkuat Literasi Digital Warga untuk Cegah Penyebaran Hoaks

Melalui publikasi, inovasi pembelajaran yang dilakukan guru dapat tersebar lebih luas dan menjadi inspirasi bagi pendidik lainnya. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pelatihan teknis penulisan artikel ilmiah, strategi publikasi di jurnal akademik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai asisten riset. Para guru juga didampingi secara langsung dalam menyusun artikel agar siap dikirimkan ke jurnal terakreditasi. Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program S2 dan S3 Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) sebagai pendamping kelompok riset.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang produktif di lingkungan sekolah. Ketua Tim Pengabdian, Iva Sarifah, mengatakan bahwa program pendampingan tidak berhenti pada pelatihan semata.

Menurutnya, para guru akan terus didampingi hingga berhasil mengirimkan artikel ke jurnal tujuan. Oleh sebab itu, pendampingan akan diakukan dalam beberapa kali pertemuan.

“Target akhirnya, para guru berhasil melakukan submit artikel pada jurnal yang dituju. Kami berharap kegiatan ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendukung pengembangan karier guru,” ujar Iva.

Selain berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, kemampuan menulis karya ilmiah juga menjadi salah satu unsur penting dalam kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru sesuai regulasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).“Budaya menulis ilmiah penting dibangun di kalangan guru sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan,” sambung wanita yang menyandang status guru besar ini, melalui siaran pers, Selasa (19/5/2026).

Sementara itu, Kepala SDN Bukit Duri 05, Sonny menyambut positif kegiatan tersebut. Dia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan UNJ kepada sekolahnya sebagai mitra pelaksanaan program.

“Alhamdulillah kami dipercaya untuk bermitra dan bekerja sama dengan pihak UNJ. Ini merupakan kepercayaan yang luar biasa bagi sekolah kami,” ungkap Sonny.

Sonny berharap kolaborasi antara praktisi pendidikan dan akademisi dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas guru.

“Semoga kerja sama ini terus berjalan dan ada tindak lanjutnya, sehingga mampu melahirkan guru-guru yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.Antusiasme juga datang dari para peserta. Yonika Rahman Hanif, salah satu guru SDN Bukit Duri 05, mengaku kegiatan tersebut membangkitkan kembali semangatnya untuk menulis.

“Saya sudah lama tidak menulis, jadi seperti lupa lagi. Materi tentang penggunaan AI juga sangat menarik karena sekarang guru memang perlu memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaan, termasuk menulis artikel,” katanya.

Menurut Yonika, guru saat ini dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan karakter generasi peserta didik masa kini.

Hal senada juga disampaikan peserta lainnya, Jelita Azani. Guru yang juga bergelar magister ini menilai pelatihan tersebut berhasil menyegarkan kembali pemahamannya tentang penulisan artikel ilmiah yang pernah dipelajari saat kuliah.

“Materi ini benar-benar merefresh kembali ilmu yang pernah saya dapatkan dulu. Jadi termotivasi lagi untuk menulis jurnal,” ujar Jelita.

“Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar guru semakin profesional dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam dunia Pendidikan,” pungkasnya.

Topik Menarik