Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah

Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah

Ekonomi | sindonews | Kamis, 14 Mei 2026 - 10:46
share

Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut memantau kondisi ekonomi nasional, terlebih ketika pasar modal dan pasar uang Indonesia tengah kurang menggembirakan. Namun menurut SBY, tekanan ekonomi yang lebih berat masih bisa dicegah.

"Saya sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang kurang menggembirakan," tulis SBY lewat akun pribadinya @SBYudhoyono di X dikutip, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga: Mengulik Kerentanan Ekonomi Nasional di Balik Angka Pertumbuhan 5,61 Persen

Seperti diketahui pada sesi terakhir, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level psikologis Rp17.500 per dolar AS. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selama sepekan jatuh sebesar 3,53 sehingga ditutup pada level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu.

Meski mengakui kondisi ekonomi kurang menggembirakan, namun SBY tetap membawa optimistis bahwa perubahan masih bisa dilakukan. Bahwa menurutnya ada opsi dan solusi yang bisa diambil, untuk membawa ekonomi menjadi lebih baik.

"Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki "political & economic resources". Opsi & solusi masih tersedia," terang SBY.

Tidak ketinggalan Mantan Presiden RI SBY juga mengajak semua pihak untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan saat ini. Baca Juga: Anies Silaturahmi ke SBY, Demokrat Tepis Rencana Koalisi

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan "must be on board". In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama. Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa," tegasnya.

Topik Menarik