2 Tentara Israel Dipenjara karena Menodai Patung Bunda Maria

2 Tentara Israel Dipenjara karena Menodai Patung Bunda Maria

Global | sindonews | Rabu, 13 Mei 2026 - 18:30
share

Dua tentara Israel dijatuhi hukuman beberapa pekan penjara militer karena menodai patung Bunda Maria di Lebanon selatan. Pernyataan itu diungkap Pasukan Pertahanan Israel (IDF) setelah dunia mengecam tindakan tidak bermoral tersebut.

Pekan lalu, satu foto muncul yang menunjukkan seorang anggota militer Israel memeluk patung di desa Debel yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, dekat perbatasan Israel, dan meletakkan sebatang rokok di mulut patung tersebut. Gambar tersebut memicu kemarahan di media sosial dan mendorong penyelidikan resmi.

Pada hari Senin, juru bicara IDF Ariella Mazor mengatakan tentara yang berpose dengan patung dan tentara yang merekamnya masing-masing dijatuhi hukuman 21 dan 14 hari penjara.

“IDF memandang insiden tersebut dengan sangat serius dan menghormati kebebasan beragama dan beribadah, serta tempat-tempat suci dan simbol-simbol keagamaan dari semua agama dan komunitas,” tulis Mazor di X.

Bulan lalu, dua tentara IDF dikeluarkan dari tugas tempur dan masing-masing dijatuhi hukuman 30 hari penjara militer setelah salah satu dari mereka menghancurkan kepala patung Yesus Kristus di desa yang sama dengan palu, sementara tentara yang lain memotret tindakan tersebut. IDF mengatakan enam tentara lain yang hadir tetapi gagal untuk campur tangan atau melaporkan insiden tersebut akan dipanggil untuk “diskusi klarifikasi.”

IDF memperluas operasinya di Lebanon selatan dan mulai menyerang target di Beirut dan kota-kota lain pada awal Maret setelah kelompok Hizbullah menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan Iran.

Gencatan senjata antara Israel dan pemerintah Lebanon, yang mulai berlaku pada 16 April, gagal mencegah bentrokan baru antara IDF dan Hizbullah.

Komunitas Kristen telah melaporkan serangkaian insiden yang melibatkan tempat-tempat keagamaan dan pasukan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2023, serangan udara Israel di Gaza menghantam satu bangunan dekat Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius, tempat suci Kristen tertua di wilayah tersebut, menewaskan 18 orang. Pada tahun 2025, pecahan peluru dari tank Israel merusak Gereja Keluarga Kudus Gaza, satu-satunya paroki Katolik di wilayah tersebut, menewaskan tiga orang.

Warga Israel dilaporkan biasa meludahi umat Kristen yang sedang melakukan prosesi keagamaan di tanah Palestina yang diduduki Zionis.

Baca juga: Duta Besar AS: Negara-negara Teluk Harus Memilih Israel atau Iran

Topik Menarik