10 Hubungan Rekan Setim Paling Toxic di Sepak Bola, Icardi Tikung Istri Teman Sendiri

10 Hubungan Rekan Setim Paling Toxic di Sepak Bola, Icardi Tikung Istri Teman Sendiri

Olahraga | sindonews | Jum'at, 8 Mei 2026 - 08:56
share

Ruang ganti sepak bola tak selalu dipenuhi suasana akrab. Di balik selebrasi gol dan trofi juara, ada pula kisah panas antarpemain yang saling membenci meski bermain untuk klub yang sama. Perbedaan karakter, ego besar, hingga konflik pribadi membuat sejumlah hubungan rekan setim berubah menjadi permusuhan terbuka.

Berikut 10 pasangan pesepak bola yang diketahui punya hubungan buruk dengan rekan setimnya sendiri.

1. Emmanuel Frimpong vs Samir Nasri

Konflik keduanya bermula saat Arsenal kalah dari Liverpool pada 2011. Frimpong mendapat kartu merah, lalu Nasri menyalahkannya di depan ruang ganti. Frimpong yang saat itu masih muda merasa dipermalukan.

Permusuhan mereka makin panas setelah Nasri pindah ke Manchester City. Frimpong bahkan terang-terangan mengaku tidak pernah menyukai Nasri dan tak akan pernah menghormatinya.

2. Zlatan Ibrahimovic vs Rafael van der Vaart

Ketegangan terjadi ketika Zlatan mencederai Van der Vaart dalam laga internasional Belanda kontra Swedia. Van der Vaart menuding itu dilakukan dengan sengaja.

Zlatan merespons keras dan mengancam akan benar-benar mematahkan kaki rekannya jika terus dituduh. Meski sempat bermain bersama di Ajax, hubungan keduanya tak pernah benar-benar membaik.

3. Kolo Toure vs William Gallas

Dua bek Arsenal ini dikenal nyaris tak pernah berbicara satu sama lain di lapangan. Situasi itu membuat lini pertahanan The Gunners sulit solid.

Toure akhirnya memilih hengkang ke Manchester City demi menghindari suasana buruk di dalam tim.

4. Jens Lehmann vs Manuel Almunia

Persaingan posisi penjaga gawang utama Arsenal memicu ketegangan besar. Lehmann tak terima posisinya digeser Almunia.Almunia bahkan mengaku setiap hari harus menghadapi sikap dingin Lehmann selama di Arsenal.

5. Mauro Icardi vs Maxi Lopez

Ini salah satu konflik paling terkenal di sepak bola. Icardi menjalin hubungan dengan istri Maxi Lopez, Wanda Nara, saat masih menjadi rekan setim di Sampdoria.

Perseteruan mereka memanas ketika Lopez menolak berjabat tangan dengan Icardi sebelum laga Inter Milan melawan Torino.

6. Teddy Sheringham vs Andy Cole

Meski sukses membawa Manchester United meraih banyak gelar, hubungan Sheringham dan Cole sangat dingin.

Cole sakit hati karena Sheringham menolak berjabat tangan saat dirinya menjalani debut bersama Timnas Inggris. Bahkan selama bertahun-tahun di MU, Cole mengaku nyaris tak pernah berbicara dengan Sheringham.

7. Jamie Carragher vs El Hadji Diouf

Permusuhan dua mantan pemain Liverpool ini berlangsung lama bahkan setelah pensiun. Carragher pernah menyebut Diouf sebagai pemain terburuk yang pernah jadi rekan setimnya.

Di sisi lain, Diouf juga berkali-kali menyerang Carragher lewat komentar pedas dan meremehkan karier legenda Liverpool tersebut.

8. Lothar Matthaus vs Stefan Effenberg

Dua legenda Jerman ini punya hubungan yang penuh sindiran. Effenberg pernah menyebut Matthaus sebagai pengecut dalam autobiografinya.Bahkan ada satu bab khusus tentang Matthaus yang hanya berisi halaman kosong sebagai bentuk ejekan.

9. John Fashanu vs Lawrie Sanchez

Atmosfer keras Wimbledon era “Crazy Gang” membuat konflik mudah terjadi. Fashanu dan Sanchez bahkan sempat baku hantam saat sesi latihan.

Fashanu terang-terangan mengaku tidak menyukai Sanchez dan menyesal tidak memukulnya lebih cepat.

10. Craig Bellamy vs John Arne Riise

Perseteruan keduanya memuncak dalam insiden terkenal ketika Bellamy memukul Riise menggunakan tongkat golf saat pemusatan latihan Liverpool pada 2007.

Meski tetap profesional di lapangan, hubungan mereka tak pernah benar-benar pulih. Riise bahkan mengaku Bellamy bukan sosok yang ingin ada dalam hidupnya lagi.

Konflik di ruang ganti memang sulit dihindari dalam dunia sepak bola. Namun kisah-kisah ini membuktikan bahwa kesuksesan di atas lapangan tak selalu sejalan dengan hubungan harmonis di dalam tim.

Topik Menarik