Trump Ingin Selamatkan Muka karena AS Tetap Tak Mampu Buka Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald trump sedang mencari kesepakatan dengan Iran yang akan memungkinkannya "menyelamatkan muka" di hadapan publik Amerika karena Teheran terus memblokir lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Pendapat itu diungkap seorang analis Iran.
Ali Akbar Dareini, analis yang berbasis di Teheran di Pusat Studi Strategis, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia tidak melihat indikasi kesepakatan yang akan segera terjadi antara AS dan Iran.
“Trump berharap untuk mencapai sesuatu sebelum melakukan perjalanan ke China, … tetapi ia gagal dalam upayanya untuk membuka kembali Selat Hormuz dengan paksa,” katanya.
Dia menjelaskan, “Ia dijejali narasi oleh Israel dan lobi Israel di AS bahwa jika Anda melancarkan serangan terhadap Iran, Iran akan mundur dan menyerah. Iran belum menyerah dan tidak akan menyerah bahkan dalam sejuta tahun.”
Meskipun kedua pihak tidak menginginkan kembalinya konflik besar-besaran, baik AS maupun Iran mencari kesepakatan yang memungkinkan mereka untuk menampilkan "narasi kemenangan" kepada rakyat mereka, kata Samir Puri, dosen tamu di King's College London, kepada Al Jazeera.Resolusi membutuhkan "seni mediasi konflik," ujar Puri; oleh karena itu, "Pakistan memiliki peran besar dalam hal ini."
AS berupaya menghindari kesepakatan serupa dengan JCPOA mantan Presiden AS Barack Obama, yang "dikritik keras" oleh Trump karena tidak cukup membatasi dan memantau program nuklir Iran, kata analis tersebut.
Sementara itu, Iran berupaya mempertahankan sedikit otoritas atas Selat Hormuz. "Ini adalah formula yang kompleks untuk memungkinkan kedua pihak merasa telah mencapai sesuatu yang sukses," ungkap Puri.
Baca juga: Pelabuhan Iran Siap Beri Layanan Dukungan kepada Kapal-Kapal di Selat Hormuz








