Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL

Laksdya TNI Hersan, Mantan Ajudan Jokowi Berpeluang Besar Jadi KSAL

Nasional | sindonews | Minggu, 3 Mei 2026 - 21:26
share

Nama Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan memiliki kans besar duduki posisi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Mantan ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang dipertimbangkan untuk menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali yang akan memasuki masa pensiun.

Diketahui, Hersan yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI ini bukan sosok baru di lingkar kekuasaan maupun struktur strategis militer. Selain pernah menjadi ajudan presiden, ia juga menempati sejumlah jabatan penting, mulai dari komandan kapal perang hingga posisi strategis di Mabes TNI.

Kariernya yang lengkap—baik di lapangan maupun di level kebijakan—menjadi salah satu faktor yang membuat namanya mencuat. “Infonya menjadi kandidat kuat untuk posisi KSAL,” kata sumber.

Baca juga: Hersan Eks Ajudan Jokowi Promosi Bintang 3, Kandidat Utama KSAL

Pengamat Politik Adib Miftahul menilai Hersan memiliki kombinasi pengalaman yang jarang dimiliki perwira lain. Adib dinilai memahami operasi tempur, tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara. “Kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang tiga juga semakin menguatkan sinyal bahwa Hersan masuk dalam radar suksesi KSAL. Bahkan, sejak promosi tersebut, namanya konsisten disebut sebagai kandidat potensial dalam bursa pimpinan TNI AL,” kata Adib, Minggu (3/5/2026).

Lihat video: KSAL Nilai Kesepakatan Prabowo dan Xi Jinping atas Laut China untuk Turunkan Ketegangan

Meski demikian, kata Adib yang juga Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) penentuan KSAL sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI.

“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya

Adib menambahkan Pergantian KSAL kali ini dinilai krusial, mengingat tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks.

“Sosok yang terpilih tidak hanya dituntut kuat secara militer, tetapi juga memiliki kapasitas diplomasi dan visi strategis di kawasan Indo-Pasifik,” tegasnya.

Topik Menarik