Kiamat EV 2026? Ini Daftar Mobil Listrik yang Disuntik Mati!
Berakhirnya subsidi pajak federal sebesar Rp127.500.000 (USD7.500) di Amerika Serikat pada September 2025 resmi mengubah peta jalan industri mobil listrik dunia. Data dari Cox Automotive menunjukkan pengiriman EV anjlok 27 pada kuartal pertama 2026, menyusul penurunan tajam 46 pada akhir tahun 2025. Kondisi ini memaksa para raksasa otomotif untuk menata ulang lini produk mereka secara drastis.
Tesla: Dari Mobil Mewah ke Autonomi
Elon Musk secara mengejutkan menghentikan produksi Tesla Model S seharga Rp1.614.830.000 (USD94.990) dan SUV Model X seharga Rp1.699.830.000 (USD99.990). Musk menyebut penghentian Model S sebagai "perpisahan terhormat" setelah bertahun-tahun mengalami penurunan penjualan. Garis produksi kedua model mewah ini akan dialihkan untuk membangun robot Optimus. "Kami benar-benar bergerak menuju masa depan yang berbasis otonomi," ujar Musk.Hyundai dan Kia: Terjepit Tren SUV dan Tarif
Hyundai mengonfirmasi penghentian Ioniq 6 Standard di AS setelah hanya terjual 229 unit pada Februari 2026. Sam Abuelsamid, VP Market Research di Telemetry, menjelaskan bahwa penjualan sedan telah menurun drastis dalam satu dekade terakhir. Hyundai juga menunda impor Kona Electric yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp561.000.000 (USD33.000). Sementara itu, Kia menyetop Niro EV karena tingginya tarif impor dari pabrik Hwaseong, Korea Selatan, serta menunda varian performa tinggi EV6 GT dan EV9 GT hingga waktu yang belum ditentukan.Honda dan Kerugian Bersejarah
Honda mencatatkan kerugian divisi EV sebesar Rp266.900.000.000.000 (Rp266,9 Triliun). Hal ini berujung pada pembatalan produksi 0 Series Saloon dan SUV yang awalnya direncanakan seharga Rp850.000.000 (USD50.000), serta pembatalan Acura RSX. Honda kini memilih beralih fokus kembali ke teknologi hybrid sebagai strategi transisi.BMW dan Volvo: Menuju Era Neue Klasse
BMW menghentikan produksi i4—yang mampu melesat 0-100 km/jam dalam 3,7 detik—dan iX yang dibanderol Rp1,19 miliar hingga Rp1,7 miliar. BMW sedang bersiap meluncurkan platform "Neue Klasse" dengan model i3 yang diproyeksikan memiliki jarak tempuh hingga 708,1 km (440 miles).Di sisi lain, Volvo terpaksa membatalkan EX30 di pasar Amerika karena komplikasi tarif produksi antara China dan Belgia, padahal mobil ini direncanakan menjadi terobosan di harga bawah Rp595.000.000 (USD35.000).
Fenomena "kuburan EV" ini bukan berarti pabrikan menyerah sepenuhnya pada tenaga baterai. Sebaliknya, industri sedang melakukan pembersihan model-model lama yang tidak efisien demi menghadirkan generasi kendaraan listrik berikutnya yang lebih murah, memiliki jarak tempuh lebih jauh (rata-rata target di atas 640 km), dan pengisian daya yang lebih cepat untuk memikat kembali konsumen yang kini lebih skeptis.







