Langkah Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC dan OPEC+, Apa Alasannya?
Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah keluar dari OPEC dan OPEC+. Langkah ini memberikan pukulan berat bagi kelompok pengekspor minyak dan pemimpin de facto mereka, Arab Saudi, pada saat perang Iran telah menyebabkan guncangan energi bersejarah dan mengganggu perekonomian global.
Produsen Teluk OPEC telah berjuang mengirimkan ekspor melalui Selat Hormuz, jalur sempit antara Iran dan Oman yang biasanya dilewati seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia, karena ancaman dan serangan Iran terhadap kapal.
Langkah ini diambil setelah UEA, pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington, mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak cukup melindungi UEA dari berbagai serangan Iran selama perang.
OPEC, yang didirikan pada tahun 1960, adalah salah satu pemain paling kuat dalam pasokan minyak global, karena organisasi ini memproduksi lebih dari sepertiga pasokan minyak global.
Seperti yang telah kami laporkan, UEA akan keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ mulai 1 Mei.“Keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta pengembangan sektor energinya, termasuk mempercepat investasi dalam produksi energi domestik. Hal ini juga memperkuat komitmen UEA terhadap perannya sebagai produsen yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan yang mengantisipasi masa depan pasar energi global,” lapor kantor berita negara UEA, WAM.
Ditambahkan bahwa, “Keputusan tersebut juga didorong kepentingan nasional dan komitmen negara untuk secara aktif berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan mendesak pasar, terutama mengingat volatilitas geopolitik yang sedang berlangsung dalam jangka pendek, yang berasal dari gangguan di Teluk Arab dan Selat Hormuz, yang berdampak pada dinamika pasokan.”
Baca juga: Menlu Iran Sangkal Trump Punya Semua Kartu








