Evakuasi Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Selesai, 15 Orang Tewas dan 84 Luka-luka

Evakuasi Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Selesai, 15 Orang Tewas dan 84 Luka-luka

Nasional | sindonews | Selasa, 28 April 2026 - 16:36
share

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin mengungkapkan evakuasi Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang tabrakan dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur saat ini telah selesai. Lokomotif KA Argo Bromo telah lepas dari rangkaian KRL.

“Dari kami, evakuasi dari kereta Argo Anggrek sudah kami bisa lakukan 100. Sekarang kalau dilihat juga lokomotifnya sudah lepas dari rangkaian terakhir KRL yang terdampak, dan jalur hilirnya juga dari tadi malam juga sudah kita buka dan bisa beroperasi normal,” kata Bobby, Selasa (28/4/2026).

Baca juga: Polda Metro: 15 Orang Tewas Akibat Tabrakan KRL Cikarang Line dengan KA Argo Bromo

Meski demikian, Bobby menyebut bahwa perjalanan KRL melalui Stasiun Bekasi Timur saat ini masih ditutup dan kereta hanya bisa beroperasi sampai Stasiun Bekasi.

“Walaupun untuk sementara waktu sampai waktu yang kami akan tentukan yang akan ditentukan lagi, Commuter Line atau KRL akan ditutup dulu. Akan ditutup dulu dan stasiun terakhir layanan terakhir adalah Stasiun Bekasi,” tutur Bobby.

Selain itu, pihaknya saat ini telah mendirikan pos tanggap darurat di Stasiun Bekasi Timur yang dibukan hingga dua Minggu kedepan. Pos tersebut didukung dengan adanya call center darurat 121 yang disediakan oleh KAI.

“Selanjutnya juga untuk pos tanggap darurat sampai hari ini ada di Stasiun Bekasi, juga ada di call center 121 kami. Dan kami akan extend pos tanggap darurat ini selama dua minggu ke depan, 14 hari, dan itu akan ada di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur ini,” sebut dia.

Baca juga: Kisah Mencekam Endang, Korban Kecelakaan Kereta yang Terjepit 10 Jam Dievakuasi ke RSUD Kota BekasiSementara itu, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga mengungkapkan bahwa korban meninggal akibat tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur per pukul 13.00 siang hari ini berjumlah 15 orang.

AHY mengungkap bahwa selain 15 korban meninggal dunia, ada 88 korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit terdekat dari stasiun.

“Dan update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia. Dan 88 orang yang masih dirawat termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Para korban yang luka ini sebagian besar masih dirawat di 8 rumah sakit. Dari data tersebut terlihat bahwa jumlah korban dari tragedi ini bertambah. Sebab, sebelumnya PT KAI sendiri mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal hanya mencapai 14 orang dan jumlah korban luka-luka mencapai 84 orang.

Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa saat ini proses perbaikan dan evakuasi gerbong masih terus berjalan hingga saat ini. Ditargetkan proses tersebut bisa rampung pada sore ini agar perjalanan kereta api bisa berangsur normal.“Dan tadi saya lihat di bawah memang masih diupayakan agar sore ini benar-benar bisa diangkat atau diangkut dari rel kereta. Yaitu gerbong yang gerbong khusus wanita KRL yang saat ini sekali lagi masih dalam proses evakuasi atau recovery,” ucap dia.

Meski demikian, pengecekan kelistrikan di bagian atas yang sangat berpengaruh terhadap perjalanan KRL. Dia mengungkapkan bahwa itu sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang telah berkunjung ke RSUD Bekasi pada pagi tadi.

“Menurut penjelasan dari KAI tadi perlu ada pengecekan lagi terkait dengan listrik aliran atas. Ini juga harus dipastikan bisa beroperasi secara normal kembali. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto yang tadi sudah juga secara langsung datang ke lokasi ke Bekasi ini,” pungkas AHY.

Topik Menarik