Panglima TNI Sampaikan Belasungkawa Gugurnya Praka Rico Pramudia
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia. Rico gugur setelah dirawat akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026.
Ucapan belasungkawa itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Pusat Penerangan TNI @puspentni, Sabtu (25/4/2026). "Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto beserta seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik bangsa, Kopda Rico Pramudia, dalam tugas sebagai bagian dari Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL di Lebanon," demikian dikutip dari akun tersebut.
Dalam keterangan itu disebutkan, pengabdian, keberanian hingga dedikasi almarhum menjadi teladan bagi seluruh prajurit dan bangsa Indonesia. "Gugurnya beliau adalah kehilangan besar, namun semangat juangnya akan terus hidup sebagai inspirasi dalam menjaga perdamaian dunia."
Baca Juga: Pemakaman Praka Rico Pramudia yang Gugur di Lebanon Tunggu Keputusan Keluarga
BAIS dan Ujian Akuntabilitas TNI
Panglima TNI juga mendoakan almarhum Rico. "Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Jasa dan pengorbananmu abadi untuk negeri."Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras atas gugurnya Praka Rico Pramudia. "Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," demikian keterangan yang disampaikan Kemlu.
Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kemlu bersama pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal. "Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan."
Oleh karena itu, Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar
"Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL."










