Jeritan Pedagang Ikan Hias Cengkareng: Sepi Pembeli, Pembinaan Belum Optimal

Jeritan Pedagang Ikan Hias Cengkareng: Sepi Pembeli, Pembinaan Belum Optimal

Nasional | sindonews | Sabtu, 25 April 2026 - 14:27
share

Keluhan para pedagang ikan hias di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat kian mencuat ke permukaan. Di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi pasar yang semakin menantang, para pedagang menilai peran pengawasan dan pembinaan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Padahal, instansi tersebut memiliki mandat penting, mulai dari pengawasan, pemberian bimbingan teknis, hingga promosi hasil perikanan, serta memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas komoditas perikanan. Ruang lingkupnya mencakup sektor budidaya, kesehatan ikan, hingga sertifikasi guna menjamin kualitas produk yang beredar di pasar.

Baca juga: Begini Cara Sederhana Bikin Kolam untuk Koleksi Ikan Hias

Namun demikian, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Sejumlah pedagang ikan hias di Cengkareng mengaku masih harus berjuang secara mandiri tanpa pendampingan memadai.

Mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknis perawatan ikan, strategi pemasaran yang efektif, hingga upaya meningkatkan daya tarik pasar di tengah persaingan yang semakin ketat.Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) turut menyuarakan aspirasi tersebut. Mereka berharap Sudin KPKP Jakarta Barat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembina yang aktif dan berkelanjutan.

“Pedagang tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga pendampingan. Kami berharap ada bimbingan terkait perawatan ikan, peningkatan kualitas produk, hingga strategi menarik kembali minat pembeli,” ujar Imron, pedagang ikan di Cengkareng, Sabtu (25/4/2026).

Perhatian juga tertuju pada kondisi fasilitas di kawasan Tempat Promosi Hasil Perikanan Cengkareng yang dinilai memerlukan pembenahan. Infrastruktur yang mulai menua, penataan area parkir yang belum optimal, serta fasilitas umum seperti toilet dan kantin yang kurang representatif menjadi catatan tersendiri.

Para pedagang juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam hal promosi. Mereka menilai sebagai kawasan yang sejak awal dirancang sebagai pusat promosi hasil perikanan, TPHP seharusnya mendapatkan dukungan publikasi dan kegiatan promosi yang lebih masif agar kembali dikenal luas oleh masyarakat.

“TPHP ini memang tempat promosi hasil ikan. Kami sangat berharap ada dukungan promosi dari pemerintah baik melalui event, publikasi, maupun program lain supaya pembeli kembali ramai datang dan usaha kami bisa hidup lagi,” ucapnya.

Situasi ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan berpotensi memengaruhi keberlangsungan usaha para pelaku usaha kecil di sektor perikanan hias yang selama ini turut menggerakkan perekonomian lokal.

Para pedagang berharap pemerintah baik di tingkat kota maupun provinsi segera mengambil langkah konkret, mulai dari peningkatan pembinaan, penguatan promosi, hingga penataan dan revitalisasi kawasan perdagangan ikan hias di Cengkareng.

Topik Menarik