Lebih dari 40 Kapal Kontainer Masih Terdampar di Teluk
Lloyd’s List melaporkan masih ada setidaknya 43 kapal kontainer dari 10 perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia yang terdampar di Teluk Timur Tengah. Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Semua perusahaan pelayaran terkemuka telah menangguhkan layanan mereka di wilayah tersebut sejak perang di Iran dimulai pada akhir Februari, “menyebabkan penundaan yang signifikan dan peningkatan biaya untuk perdagangan global”, menurut Lloyd’s List, jurnal industri pelayaran.
Beberapa kapal milik CMA CGM, Cosco, Hapag-Lloyd, dan MSC berhasil “dievakuasi… dengan aman”, tambah Lloyd’s List, “meskipun dua kapal MSC disita otoritas Iran”.
Sementara itu, Dhananjayan Sriskandarajah, kepala eksekutif lembaga think tank New Economics Foundation yang berbasis di London, mengatakan kenaikan harga obat-obatan hanyalah salah satu contoh bagaimana perang di Iran memiliki “dampak nyata”, bahkan setelah para pemimpin seperti Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik tersebut akan segera berakhir.
“Di banyak bagian negara berkembang, orang-orang yang sudah hidup di ambang kelaparan, akan mendapati bahwa membeli komoditas penting seperti biji-bijian akan semakin mahal,” kata Sriskandarajah kepada Al Jazeera.Sriskandarajah menambahkan pajak atas keuntungan besar yang diperoleh perusahaan energi akibat kenaikan harga selama krisis, seperti yang diusulkan pemimpin Spanyol Pedro Sanchez, dapat membantu meringankan biaya ekonomi.
“Kita telah melihat pajak keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah konflik dengan Rusia,” kata Sriskandarajah.
“Mengingat betapa pentingnya energi bagi kehidupan masyarakat, ini adalah komoditas penting, wajar jika perusahaan-perusahaan yang memperoleh keuntungan besar dari harga tinggi ini dapat mendistribusikan sebagian dari keuntungan tersebut untuk intervensi yang sangat dibutuhkan guna membantu rumah tangga yang kesulitan,” katanya.
Baca juga: Iran Tak akan Izinkan Siapa Pun Ekspor Minyak dari Timur Tengah jika Teheran Tidak Bisa










