PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata

PULS Peluncur Roket Canggih dengan Kemampuan di Atas Rata-rata

Otomotif | sindonews | Kamis, 23 April 2026 - 21:40
share

Solusi peluncur roket multi-laras PULS, yang mudah beradaptasi dan terhubung secara digital, dirancang untuk menembakkan berbagai jenis proyektil.

Sistem PULS (Precise and Universal Rocket Launcher), yang dikembangkan oleh Elbit Systems, menonjol karena keserbagunaannya yang ekstrem.

Dipasang pada truk taktis multi-roda HEMTT atau Mercedes, sistem ini membawa peluncur dengan dua kompartemen proyektil independen (PODS). Desain ini memungkinkan penyebaran cepat pada berbagai jenis sasis tanpa mengubah struktur inti, memenuhi tuntutan mobilitas peperangan modern.

Fitur unik PULS adalah kemampuannya untuk menggunakan unit proyektil yang sudah dikemas (POD). Gambar tersebut menunjukkan derek pemuat yang menempatkan POD baru ke peluncur.

Tidak seperti sistem lama yang memerlukan pemuatan setiap rudal secara individual, mekanisme ini mengurangi waktu pemuatan ulang menjadi kurang dari 10 menit, memastikan kepadatan daya tembak yang berkelanjutan dan meminimalkan risiko bagi awak dari tembakan balasan musuh.

Sistem terintegrasi C4I (Komando, Kontrol, Komunikasi, Komputer, dan Intelijen) memungkinkan penerimaan data target secara real-time dari UAV atau satelit. Seluruh proses, dari menerima perintah hingga penembakan, dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 60 detik, sepenuhnya otomatis, sehingga memaksimalkan efisiensi tempur. Kemampuan ini mirip dengan Tornado-S Rusia, yang menerima koordinat langsung dari drone Orlan-10. Keduanya bertujuan untuk mempersingkat rantai pasokan akuisisi target.

PULS dapat menembakkan berbagai jenis amunisi dari lokasi yang sama. Gambar tersebut membandingkan peluru Accular 122mm (jangkauan 35km, 18 peluru/POD) dan peluru Accular 160mm (jangkauan 40km, 10 peluru/POD).

Peluru-peluru ini dirancang untuk menghancurkan target area luas atau kelompok pasukan lapis baja ringan dengan akurasi tinggi berkat sistem panduan canggih, mengoptimalkan biaya untuk target jarak dekat.

Jenis yang paling umum adalah Accular 122mm (jangkauan 35km, 18 peluru/POD) dan Accular 160mm (jangkauan 40km, 10 peluru/POD).

Peluru-peluru ini dirancang untuk menghancurkan target area luas atau kelompok pasukan lapis baja ringan dengan akurasi tinggi berkat sistem panduan canggih, mengoptimalkan biaya untuk target jarak dekat.Dalam konfigurasi 2 POD-nya, rudal EXTRA (Extended Range Artillery) membawa 8 rudal dengan jangkauan hingga 150 km dan hulu ledak 120 kg. EXTRA terkenal karena Probabilitas Kesalahan Melingkar (Circular Error Probability/CEP) kurang dari 10 meter, sebanding dengan rudal jelajah mahal tetapi dengan biaya yang jauh lebih rendah. Rudal ini sering digunakan untuk menyerang pusat komando musuh, depot, atau posisi pertahanan udara.

Adapun Predator Hawk, ini adalah kartu truf dengan jangkauan hingga 300 km hanya dengan menggunakan 2 rudal per POD.

Dengan jangkauan ini, PULS bertransformasi dari sistem artileri roket taktis menjadi senjata serang operasional, yang mampu menyerang jauh ke wilayah musuh dan menghancurkan target strategis yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh rudal balistik.

Kemampuannya untuk mengerahkan dan menarik diri dengan cepat menjadikannya sistem peluncur roket multi-laras taktis yang sangat mobile.

Kompatibilitasnya yang tinggi membuatnya serbaguna dan jauh lebih cepat daripada pendahulunya, HIMARS, yang terkenal lambat dan tidak kompatibel dengan berbagai rudal. Bahkan, pabrikannya, Lockheed, melarang penggunaan Himars untuk menembakkan rudal dari pabrikan lain.

Sistem PULS dikustomisasi dalam berbagai versi untuk setiap pelanggan. Dalam beberapa kasus, untuk pelanggan di Eropa Utara, modul peluncuran ganda ditemukan identik dengan yang berasal dari Rusia. Hal ini memungkinkan pasukan mereka untuk menggunakannya secara efektif dengan artileri roket atau rudal kaliber kecil yang sudah ada.

Keberhasilan jangka panjang PULS tidak hanya bergantung pada kinerjanya, tetapi juga pada kemampuannya untuk berintegrasi ke dalam jaringanmiliteryang terus berkembang — dan daya saingnya terhadap sistem jarak jauh lainnya di era modernisasi yang pesat.

Topik Menarik