Mobil Listrik Mungil Smart Concept #2 Siap Guncang Eropa
JAKARTA, iNews.id – Mobil listrik mungil Smart Concept #2 siap mengguncang pasar Eropa dengan ukuran tak lagi sekecil pendahulunya. Meski tetap mempertahankan konsep city car, model terbaru dari Smart ini mengalami penambahan dimensi cukup signifikan.
Diperkenalkan dalam ajang Change of Perspectives di Beijing, mobil ini menjadi sinyal kuat kebangkitan Smart di segmen mobil listrik mungil. Konsep ini sekaligus menjadi gambaran versi produksi yang akan meluncur dalam waktu dekat.
Desain mobil ini merupakan hasil garapan Mercedes-Benz yang menghadirkan pendekatan modern terhadap mobil mikro legendaris mereka. Siluet dua pintu tetap dipertahankan, namun tampil lebih segar dengan sentuhan futuristis.
Tampilan eksteriornya mengusung kap mesin super pendek, roda besar di setiap sudut, serta lampu LED dengan desain agresif. Detail unik lainnya termasuk gagang pintu berbahan tali kulit hingga gril depan yang terinspirasi dari koper mewah.
Di bagian belakang, mobil ini dilengkapi layar matriks kecil yang mampu menampilkan pesan digital. Meski terlihat canggih, fitur-fitur tersebut kemungkinan akan disederhanakan saat memasuki tahap produksi massal.
Secara teknis, Concept #2 dibangun menggunakan platform baru bernama Electric Compact Architecture (ECA). Platform ini diyakini memanfaatkan teknologi dari Geely yang kini menjadi mitra strategis Smart.
Mobil tersebut hanya akan hadir dalam varian listrik penuh, mengikuti jejak Smart #1 dan Smart #3. Hal ini menegaskan arah Smart yang semakin fokus pada elektrifikasi total.
Dari segi ukuran, mobil ini memiliki panjang 2.792 mm, menjadikannya model dua pintu terbesar yang pernah diproduksi Smart. Dimensi tersebut lebih panjang dibanding Smart Fortwo maupun Smart EQ Fortwo generasi terakhir.
Meski demikian, ukurannya tetap tergolong kecil di kelasnya. Bahkan, mobil ini masih jauh lebih pendek dibanding Fiat 500e dan Renault Twingo E-Tech.
Menariknya, dimensi tersebut membuatnya lebih dekat ke kategori kendaraan ringan seperti Citroën Ami dan Fiat Topolino. Ini memperkuat posisinya sebagai solusi mobilitas perkotaan yang ringkas.
Untuk performa, Smart menargetkan jarak tempuh sekitar 300 km dalam sekali pengisian daya. Angka ini meningkat tajam dibanding generasi sebelumnya yang hanya mencapai 135 km.
Pengisian baterai juga diklaim sangat cepat, hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit untuk mengisi dari 10 hingga 80 persen. Mobil ini juga dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan suplai listrik ke perangkat eksternal.
Smart juga diperkirakan tetap mempertahankan sistem penggerak roda belakang (RWD), seperti yang digunakan pada model terdahulu. Hal ini menjadi salah satu ciri khas yang dipertahankan.
Meski belum mengungkap interior secara resmi, Smart memastikan kabin dua penumpang akan terasa lebih luas dan premium. Hal ini berkat optimalisasi ruang dari platform khusus kendaraan listrik.
Rencananya, versi produksi mobil ini akan debut di Paris Motor Show pada Oktober mendatang. Setelah itu, mobil ini akan dipasarkan dengan fokus utama di Eropa dan Inggris, serta berpotensi merambah pasar global.



